BeritaBloraPolitik

Dorong Generasi Muda Jadi Pemilih Cerdas, Bawaslu Blora Edukasi Pemilih Pemula

Avatar photo
×

Dorong Generasi Muda Jadi Pemilih Cerdas, Bawaslu Blora Edukasi Pemilih Pemula

Sebarkan artikel ini
Ketua Bawaslu Blora, Andyka Fuad Ibrahim, di kegiatan bertema "Memperkuat Peran Generasi Muda dalam Demokrasi" yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora. (Istimewa)

Blora, Harianpantura.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Blora terus memperkuat pendidikan demokrasi bagi generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan Pendidikan Politik bagi Pemilih Pemula yang digelar di SMK PGRI Blora, Kamis (30/7/2026).

Ketua Bawaslu Blora, Andyka Fuad Ibrahim, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan bertema “Memperkuat Peran Generasi Muda dalam Demokrasi” yang diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora. Kegiatan tersebut diikuti para siswa yang akan menjadi pemilih pemula pada pemilu mendatang.

Dalam pemaparannya, Andyka menegaskan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, demokrasi yang sehat tidak hanya dipahami sebagai proses memilih pemimpin, tetapi juga sebagai sistem yang memiliki landasan filosofis dan yuridis yang kuat.

“Demokrasi memiliki landasan filosofis dan yuridis yang kuat. Secara filosofis, demokrasi menempatkan kedaulatan tertinggi di tangan rakyat serta menjamin kesetaraan dan kebebasan yang bertanggung jawab. Sementara secara yuridis, sistem ini dijamin dan diatur ketat oleh regulasi serta konstitusi negara agar setiap prosesnya berjalan adil dan transparan,” ujar Andyka.

Ia menekankan, menjadi pemilih cerdas tidak cukup hanya memastikan diri terdaftar dalam daftar pemilih dan datang ke tempat pemungutan suara. Pemilih juga harus mampu menentukan pilihan secara rasional berdasarkan visi, misi, program kerja, serta rekam jejak para calon.

Selain menggunakan hak pilih, generasi muda juga didorong aktif mengawasi jalannya seluruh tahapan pemilu agar tetap berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil).

“Salah satu bentuk pengawasan yang bisa dilakukan adalah berani menolak politik uang. Jangan sampai suara rakyat dipengaruhi oleh praktik-praktik yang mencederai demokrasi,” tegasnya.

Andyka berharap pendidikan politik seperti ini dapat membentuk karakter pemilih pemula yang kritis, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi di Indonesia.

Di akhir penyampaiannya, ia mengutip sebuah pesan reflektif mengenai pentingnya demokrasi.

“Meski demokrasi bukanlah sistem yang sempurna, demokrasi adalah sistem terbaik di antara sistem yang ada,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *