Rembang, Harianpantura.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang menggelar Pasar Tani Masyarakat Rembang (Pasti Marem) di halaman kantornya, Jumat (24/7/2026), sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-285 Kabupaten Rembang sekaligus Hari Anak Nasional. Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau serta membagikan 300 voucher tebus murah kepada masyarakat.
Berbagai komoditas yang dipasarkan meliputi beras, telur, aneka sayuran, buah-buahan, hingga produk olahan pangan lokal. Seluruh produk berasal langsung dari petani, peternak, dan pelaku usaha pangan di Kabupaten Rembang sehingga harganya lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.
Kepala Dintanpan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan penyelenggaraan Pasar Tani Pasti Marem tahun ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi bagian dari kemeriahan Hari Jadi Rembang dan Hari Anak Nasional.
Selain pasar tani, pihaknya mengadakan lomba baca puisi tingkat sekolah dasar dengan tema Hari Jadi Kabupaten Rembang. Menurut Agus, kegiatan tersebut menjadi upaya mengenalkan dunia pertanian kepada anak-anak sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini kami ingin anak-anak mengenal Dinas Pertanian dan berbagai aktivitas di sektor pertanian. Harapannya, ke depan akan muncul generasi muda yang tertarik mengembangkan bidang pertanian,” ujarnya.
Sebanyak 300 voucher tebus murah disediakan dan dapat digunakan di seluruh stan peserta. Agus menjelaskan, kebijakan tersebut diterapkan agar seluruh pedagang memperoleh manfaat yang sama dari pelaksanaan pasar tani.
Ia menambahkan, masyarakat yang tidak memperoleh voucher tetap dapat berbelanja dengan harga lebih murah karena produk dijual langsung dari produsen tanpa melalui rantai distribusi yang panjang. Selisih harga dengan pasar umum berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 untuk setiap produk.
Sementara itu, kondisi harga pangan di Kabupaten Rembang saat ini dinilai relatif stabil. Menurut Agus, belum terdapat kenaikan harga yang signifikan pada bahan pokok. Harga telur ayam yang sebelumnya sempat mengalami penurunan juga mulai berangsur naik ke tingkat yang masih tergolong wajar.
Produk yang dipasarkan dalam Pasar Tani Pasti Marem berasal dari petani binaan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), peternak lokal untuk komoditas telur, serta Bulog untuk penyediaan beras.
Melalui kegiatan ini, Dintanpan berharap masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi petani, peternak, dan pelaku usaha pangan lokal di Kabupaten Rembang. (Red)















































