BeritaEkonomiPati

Tahun Ajaran Baru Dongkrak Penjualan Atribut Sekolah, Omzet Pedagang di Pati Naik Tajam

Avatar photo
×

Tahun Ajaran Baru Dongkrak Penjualan Atribut Sekolah, Omzet Pedagang di Pati Naik Tajam

Sebarkan artikel ini
Penjual atribut seragam sekolah di Pati. (Istimewa)

Pati, Harianpantura.com – Momentum tahun ajaran baru 2026/2027 mendongkrak penjualan atribut sekolah di Kabupaten Pati. Permintaan seragam, kaus kaki, topi, dasi, ikat pinggang hingga emblem sekolah meningkat signifikan sejak Juni.

Salah satu pedagang yang merasakan lonjakan penjualan adalah Ahbarina Novia Rahma (25), pemilik toko atribut sekolah di Jalan Indraika Nomor 2, Perumahan Sukoharjo Indah, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo.

Rina mengatakan, mayoritas pembeli merupakan orang tua yang mempersiapkan kebutuhan sekolah anak, terutama siswa baru jenjang SD, SMP, dan SMA.

“Sejak Juni sampai sekarang ramai. Banyak yang mencari seragam untuk anak yang baru masuk sekolah,” katanya, Selasa (14/7).

Menurutnya, toko yang dikelola bersama keluarga menyediakan berbagai kebutuhan sekolah, mulai dari seragam, badge, topi, dasi, ikat pinggang hingga kaus kaki. Produk yang paling banyak dicari adalah kaus kaki putih dan kaus kaki berlogo.

Pada musim penerimaan peserta didik baru, penjualan meningkat tajam. Dalam sehari, tokonya mampu menjual sekitar 60 potong seragam. Sementara penjualan kaus kaki mencapai 200 hingga 500 pasang per hari.

Keramaian juga membuat jumlah pengunjung meningkat menjadi 80 hingga 100 orang per hari. Antrean pembeli bahkan sempat mengular hingga pintu masuk toko sehingga jam operasional diperpanjang dari pagi hingga malam.

Selain melayani pembeli secara langsung, Rina memasarkan produknya melalui media sosial, terutama TikTok dan Instagram. Cara tersebut membuat pelanggannya datang tidak hanya dari Pati, tetapi juga berbagai daerah seperti Magelang, Bekasi, Kalimantan, Riau, Nusa Tenggara Timur hingga Papua.

“Harganya lebih terjangkau sehingga banyak pelanggan dari luar daerah membeli di sini,” ujarnya.

Harga seragam dijual mulai Rp30 ribu hingga Rp70 ribu. Sementara badge dijual mulai Rp300 untuk pembelian grosir, sedangkan ikat pinggang dibanderol Rp15 ribu hingga Rp20 ribu.

Lonjakan penjualan berdampak pada peningkatan omzet usaha. Jika pada hari biasa pendapatan berkisar Rp3 juta hingga Rp4 juta per bulan, selama musim tahun ajaran baru omzetnya meningkat hingga sekitar Rp20 juta.

Rina memperkirakan permintaan akan tetap tinggi hingga Agustus, seiring kebutuhan atribut sekolah dan perlengkapan peringatan Hari Kemerdekaan RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *