BeritaPeristiwa

Kekeringan Meluas, Sembilan Kecamatan di Cilacap Kekurangan Air Bersih

Avatar photo
×

Kekeringan Meluas, Sembilan Kecamatan di Cilacap Kekurangan Air Bersih

Sebarkan artikel ini
Petugas BPBD Kabupaten Cilacap menyalurkan bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan. (Istimewa)

Cilacap, Harianpantura.com – Dampak musim kemarau di Kabupaten Cilacap terus meluas. Hingga pertengahan Juli 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat sebanyak 15 desa di sembilan kecamatan telah mengajukan bantuan air bersih akibat mulai mengalami krisis air.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan hingga 16 Juli 2026 pihaknya telah mendistribusikan 74 tangki air bersih atau sekitar 390 ribu liter untuk memenuhi kebutuhan 4.071 kepala keluarga (KK) yang mencakup 14.267 jiwa.

“Sudah ada 15 desa di sembilan kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih. Sampai saat ini kami telah menyalurkan 74 tangki atau sekitar 390 ribu liter,” kata Taryo, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, seluruh desa yang mengajukan bantuan merupakan daerah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan saat musim kemarau. Hingga saat ini belum ditemukan wilayah baru yang terdampak, namun BPBD tetap meningkatkan kewaspadaan karena musim kemarau diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September 2026.

BPBD juga telah menyiapkan langkah antisipasi apabila jumlah desa terdampak terus bertambah. Pemantauan kondisi di lapangan dilakukan secara berkala agar distribusi air bersih dapat segera dilakukan ketika ada permohonan dari masyarakat.

Adapun desa yang telah menerima bantuan air bersih tersebar di sembilan kecamatan, yakni Desa Klumprit dan Kedungbenda di Kecamatan Nusawungu, Desa Karangkemiri di Kecamatan Jeruklegi, Desa Cinangsi, Kertajaya, dan Gintungreja di Kecamatan Gandrungmangu.

Selanjutnya, Desa Cimrutu, Rawaapu, dan Sidamukti di Kecamatan Patimuan, Desa Ujungalang di Kecamatan Kampung Laut, Desa Karangbenda di Kecamatan Adipala, Desa Madura di Kecamatan Wanareja, Desa Bojong dan Kubangkangkung di Kecamatan Kawunganten, serta Desa Binangun di Kecamatan Bantarsari.

Dari total 390 ribu liter air bersih yang telah disalurkan, sebanyak 233 ribu liter atau 50 tangki berasal dari anggaran APBD Kabupaten Cilacap. Sementara sisanya, yakni 139 ribu liter atau 24 tangki, merupakan bantuan dari program tanggung jawab sosial (CSR), yang terdiri atas 21 tangki dari PMI Kabupaten Cilacap dan tiga tangki dari Siaga Peduli Kabupaten Cilacap.

Selain menghadapi ancaman kekeringan, BPBD juga terus memantau potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau berlangsung. Namun hingga saat ini belum terdapat laporan kebakaran hutan maupun lahan dalam skala besar di wilayah Kabupaten Cilacap.

Menurut Taryo, insiden yang terjadi sejauh ini hanya berupa kebakaran kecil, seperti yang sempat terjadi di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Congot. Meski demikian, BPBD tetap menyiagakan personel dan sumber daya guna mengantisipasi potensi karhutla seiring meningkatnya intensitas musim kemarau dalam beberapa bulan ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *