Semarang, Harianpantura.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang akan menghadirkan sejarah baru dengan dibukanya cabang eksibisi bagi Penyandang Disabilitas Sensorik Rungu Wicara (PDSRW). Cabang tersebut menjadi yang pertama kali digelar dalam sejarah penyelenggaraan MTQ Nasional di Indonesia.
Direktur Penerangan Agama Islam Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Muchlis Muhammad Hanafi, mengatakan cabang baru tersebut dapat diselenggarakan setelah terbitnya Mushaf Al-Qur’an Standar Isyarat. Kehadiran cabang ini diharapkan membuka kesempatan lebih luas bagi penyandang tuli muslim untuk berpartisipasi dalam syiar Al-Qur’an.
“Ini cabang baru untuk tuli muslim yang akan dieksibisikan pertama kalinya pada MTQ Nasional 2026 di Provinsi Jawa Tengah,” ujar Muchlis saat Rapat Koordinasi Checking Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026).
Selain menghadirkan cabang baru, MTQ Nasional XXXI juga akan membawa sejumlah pembaruan dalam penyelenggaraan. Salah satunya adalah peluncuran Majelis Kode Etik Dewan Hakim yang untuk pertama kalinya diterapkan pada MTQ Nasional.
Menurut Muchlis, lembaga tersebut dibentuk sebagai instrumen pengawasan untuk memperkuat integritas, profesionalisme, dan kualitas penilaian dewan hakim selama perlombaan berlangsung.
“Kami akan memanfaatkan penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah ini, untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan MTQ dari segi perhakiman,” katanya.
MTQ Nasional XXXI dijadwalkan berlangsung pada 12-19 September 2026 di Kota Semarang. Selain perlombaan, panitia juga menyiapkan seminar internasional yang melibatkan akademisi dan pakar Al-Qur’an dari berbagai negara sebagai bagian dari penguatan aspek keilmuan Islam.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan terus mematangkan persiapan teknis penyelenggaraan. Salah satu fokus utama ialah kesiapan Lapangan Simpang Lima Semarang yang akan menjadi lokasi pembukaan dan penutupan MTQ Nasional.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, menegaskan keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran acara, tetapi juga kualitas pelayanan kepada seluruh tamu dan kafilah.
“Bagi kami, sukses pelaksanaan itu kalau tidak disertai dengan keramahan juga tidak afdal. Selain mencari kemenangan, kita juga mencari persahabatan yang baik antarpemerintah daerah,” ujarnya.
Rangkaian MTQ Nasional XXXI akan diawali dengan Malam Ta’aruf pada 11 September 2026, dilanjutkan Pawai Ta’aruf dan pembukaan pada 12 September, serta ditutup pada 19 September 2026 di Lapangan Simpang Lima Semarang. (Hms)
















































