Kudus, Harianpantura.com – Pemerintah Kabupaten Kudus memastikan rencana pembangunan Pasar Anyar sebagai pengganti Pasar Bitingan mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat. Proyek tersebut akan didanai melalui alokasi anggaran sekitar Rp50 miliar.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, menyampaikan bahwa usulan pembangunan telah diajukan ke Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pekerjaan Umum. Hasilnya, pemerintah pusat memberikan persetujuan dan merencanakan realisasi anggaran pada 2027.
“Anggaran sepenuhnya dari pemerintah pusat, melalui dua kementerian tersebut. Nilainya sekitar Rp50 miliar,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Pasar Anyar direncanakan berdiri di Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan Kota, berdampingan langsung dengan Pasar Baru. Kedua kawasan hanya akan dipisahkan tembok, sehingga diharapkan bisa terintegrasi dan memudahkan arus pengunjung dari satu pasar ke pasar lainnya.
Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Agus Sumarsono, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan detail engineering design (DED) atau gambar kerja sebagai salah satu syarat pengajuan bantuan ke pusat. Lahan yang disiapkan untuk pembangunan mencapai sekitar 20 ribu meter persegi.
Meski demikian, ia mengakui kemungkinan adanya penyesuaian desain dari pemerintah pusat agar selaras dengan besaran anggaran yang disetujui.
“Tentu DED yang ada akan direvisi kembali oleh pusat agar sesuai dengan pagu anggaran,” jelasnya.
Terkait rencana pemindahan pedagang dari Pasar Bitingan, Dinas Perdagangan telah melakukan sosialisasi kepada paguyuban dan tokoh pedagang. Mayoritas menyatakan mendukung kebijakan tersebut, meskipun ada sebagian yang masih menyampaikan keberatan.
Sejumlah pedagang menilai lokasi baru yang lebih strategis serta konsep bangunan satu lantai menjadi daya tarik tersendiri. Mereka berharap aktivitas jual beli bisa kembali ramai setelah sebelumnya lesu di Pasar Bitingan.
Saat ini, kondisi Pasar Bitingan dinilai kurang menggairahkan. Aktivitas transaksi cenderung sepi, ditambah desain bangunan dua lantai yang membuat sebagian pembeli enggan naik ke lantai atas. Faktor kedekatan dengan rumah sakit juga disebut memengaruhi kenyamanan dan arus kunjungan.
Melalui konsep satu lantai yang memungkinkan kendaraan mendekat ke kios, seperti di Pasar Baru, Pemkab Kudus berharap Pasar Anyar dapat menjadi pusat perdagangan rakyat yang lebih hidup dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. (Red)
















































