Rembang, Harianpantura.com – Manajemen tim sepakbola PSIR Rembang berkirim surat secara langsung kepada Ketua Umum PSSI pusat, Erick Thohir. Surat tersebut berkaitan tentang hasil putusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Jateng, baru-baru ini.
Manajer PSIR Rembang, Rasno menjelaskan, surat yang dikirim tertanggal 14 Februari 2026 itu memuat tentang laporan sekaligus permohonan atensi ketua umum PSSI.
“Dalam hal ini kami menanyakan tentang kesesuaian pembentukan Komite Disiplin dengan statuta PSSI, khususnya terkait prinsip independensi dan mekanisme konstitusional pembentukan badan yudisial PSSI Jateng. Sebab ini menimbulkan konsekuensi cacat formil terhadap putusan yang dihasilkan,” terang Rasno.
Dia pun berharap agar ketua umum PSSI meninjau ulang putusan Komdis PSSI Jawa Tengah termasuk mengevaluasi pemberlakuan putusan tersebut. Menurutnya, hal itu berkaitan dengan marwah PSSI.
“Kami menyampaikan hal ini bukan untuk menghindari tanggung jawab organisasi, melainkan demi menjaga marwah statuta PSSI,” imbuhnya.
Senada, ketua umum PSIR Rembang Nur Hasan mengaku upaya yang ditempuhnya bersama dengan manajemen PSIR Rembang saat ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar mengembalikan marwah PSSI khususnya Jawa Tengah.
“Kami sekaligus juga berterima kasih kepada seluruh jajaran manajemen, official, dan para pemain tanpa terkecuali yang sudah berjuang sejauh ini. Apapun kondisinya ke depan, kami akan tetap mengawal dengan rasa hormat kami kepada seluruh lapisan pecinta dan penikmat sepakbola di Kabupaten Rembang,” terangnya.
Sebelumnya, imbas dari keributan massa pasca laga semifinal leg 2 Liga 4 Jateng 25/26 antara PSIR melawan Persak Kebumen di Stadion Krida Rembang, tim berjuluk Laskar Dampo Awang mendapat sanksi diskualifikasi dan denda Rp 45 juta. Ditambah, larangan bermain tanpa penonton di laga home sebanyak 6 kali pada musim Liga 4 berikutnya. (Red)




















































