Semarang, Harianpantura.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, mengapresiasi penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah sebagaimana dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Ia menilai capaian tersebut menunjukkan kebijakan pembangunan daerah mulai memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menurut Mohammad Saleh, penurunan persentase penduduk miskin menjadi 9,39 persen pada September 2025 merupakan sinyal baik, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang masih berfluktuasi. Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.
“Penurunan angka kemiskinan ini patut diapresiasi. Artinya, program-program yang dijalankan pemerintah provinsi mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tetapi pekerjaan kita belum selesai, karena jumlah penduduk miskin masih cukup besar,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi kebijakan yang berpihak pada masyarakat kecil, khususnya melalui penguatan sektor pertanian, UMKM, serta penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, sektor-sektor tersebut terbukti berkontribusi terhadap penurunan kemiskinan dan pengangguran di Jawa Tengah.
Mohammad Saleh juga mendorong agar pemerintah daerah lebih fokus pada upaya pengurangan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas hidup masyarakat miskin. Hal ini dapat dilakukan dengan memastikan program bantuan sosial tepat sasaran, serta memperluas akses pendidikan dan layanan kesehatan.
“Ke depan, kami di DPRD akan terus mendorong pengawasan dan penguatan kebijakan agar penurunan kemiskinan ini berkelanjutan, tidak hanya bersifat sementara,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat guna mempercepat penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan di Jawa Tengah. (Adv)



















































