BeritaBudayaEkonomiSemarang

Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Digelar, Wadah Toleransi dan Keberagaman di Pecinan Semarang

Avatar photo
×

Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Digelar, Wadah Toleransi dan Keberagaman di Pecinan Semarang

Sebarkan artikel ini
Pasar Imlek Semawis Semarang. (Istimewa)

Semarang, Harianpantura.com – Pasar Imlek Semawis kembali digelar di kawasan Pecinan Semarang sebagai rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Kuda Datang, Sukses Menjelang” seiring memasuki shio Kuda Api dan akan berlangsung pada 13–15 Februari 2026 di ruas Jalan Gang Pinggir hingga Wotgandul Timur.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan Pasar Imlek Semawis tidak hanya menjadi perayaan budaya, tetapi juga ruang kebersamaan yang mencerminkan toleransi dan keberagaman warga Kota Semarang.

“Pasar Imlek Semawis menjadi ruang perjumpaan warga dari berbagai latar belakang. Di sinilah kita melihat bahwa keberagaman di Kota Semarang hidup, dirawat, dan dirayakan bersama secara alami,” kata Agustina.

Menurut dia, Pemerintah Kota Semarang terus mendukung kegiatan budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat kohesi sosial. Ia menegaskan kolaborasi antara komunitas, pelaku usaha, dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam menjaga Semarang sebagai kota yang inklusif dan harmonis.

Rangkaian perayaan Imlek diawali dengan Tradisi Ketuk Pintu di Klenteng Tay Kak Sie. Tradisi tersebut menjadi simbol permohonan doa, keselamatan, dan kelancaran, sekaligus penanda harmoni lintas budaya yang telah lama mengakar di Kota Semarang.

Ketua Komunitas Pecinan untuk Pariwisata (KOPI) Semawis Harjanto Halim menyampaikan bahwa Pasar Imlek Semawis sejak awal dirancang sebagai ruang perjumpaan budaya yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

“Bunga mawar itu tidak perlu dipuji, keluarnya merah dan wangi. Keberagaman itu, ya kayak bunga, dia mau dipuji, mau enggak, ya tetap mekar,” ujarnya.

Ia berharap nilai keberagaman tersebut terus menjadi perilaku sehari-hari warga Kota Semarang. “Saya berharap Kota Semarang juga begitu. Tanpa harus dipuji, tanpa harus ditonton, keberagaman itu sudah menjadi perilaku sehari-hari,” katanya.

Pasar Imlek Semawis 2026 akan diramaikan berbagai atraksi budaya, seperti Wayang Potehi, barongsai, Catur Gajah, Tarot Reading, kaligrafi Mandarin, sketsa postcard, hingga pertunjukan opera Sun Go Kong. Selain itu, terdapat cosplay budaya yang mendorong pengunjung mengenakan kebaya, busana adat Nusantara, dan kostum lintas budaya.

Kegiatan ini juga menghadirkan tradisi Tuk Panjang, yakni jamuan makan bersama sebagai simbol kebersamaan antara warga Pecinan, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah.

Melalui Pasar Imlek Semawis 2026, Harjanto berharap masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati kuliner dan hiburan, tetapi juga merasakan langsung nilai toleransi, keberagaman, dan harmoni yang menjadi identitas Kota Semarang. (Red)

Pencarian Otomatis di Situs + Excel

🔍 Pencarian Otomatis di Situs + Ekspor Excel



JudulLink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian YouTube ke Excel

Cari Video di Channel YouTube & Download Excel

JudulLink