BeritaDemakInfrastruktur

Demak Jadi Prioritas Pembangunan Giant Sea Wall untuk Atasi Rob Sayung

Avatar photo
×

Demak Jadi Prioritas Pembangunan Giant Sea Wall untuk Atasi Rob Sayung

Sebarkan artikel ini
Bupati Demak Eisti’anah. (Istimewa)

Demak, Harianpantura.com – Kabupaten Demak, dipastikan menjadi wilayah prioritas dalam rencana pembangunan tanggul raksasa atau giant sea wall yang diusulkan ke pemerintah pusat. Proyek tersebut ditujukan untuk mengatasi banjir rob yang selama ini melanda kawasan pesisir, khususnya Kecamatan Sayung.

Bupati Demak Eisti’anah mengatakan kepastian tersebut diperoleh dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jawa Tengah. Dalam kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyatakan komitmennya untuk mengawal langsung realisasi pembangunan tanggul laut di Demak.

Selain itu, Badan Otorita Pengelola Pantai Utara (Pantura) Jawa juga telah melakukan kunjungan ke Kabupaten Demak. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan bahwa titik awal penanganan giant sea wall memang akan dimulai dari wilayah Demak.

Eisti’anah menjelaskan, pada tahun 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memulai pembangunan tanggul laut dengan konsep hybrid sea wall. Tahap awal meliputi penanaman mangrove serta pemasangan struktur beton atau bis-bis beton di sepanjang garis pantai dengan nilai anggaran lebih dari Rp10 miliar.

Menurutnya, meskipun pembangunan tahap awal masih berupa tanggul hybrid, konsep giant sea wall secara menyeluruh dipastikan dimulai dari Kabupaten Demak.

Ia menyebut Demak menjadi prioritas karena wilayah tersebut merasakan dampak langsung dari berbagai aktivitas pembangunan di pesisir utara Jawa, seperti pembangunan tol laut dan reklamasi di Kota Semarang, yang dinilai berkontribusi terhadap semakin parahnya banjir rob di Demak.

“Reklamasi membuat wilayah Semarang relatif lebih kering, tetapi dampaknya justru bergeser ke Demak. Karena itu, Badan Otorita Pantura Jawa bersama Wakil Gubernur memutuskan Demak sebagai lokasi awal, sebelum dilanjutkan ke Jepara, Kendal, Pemalang, dan daerah lainnya,” katanya.

Lebih lanjut, Eisti’anah mengungkapkan usulan pembangunan tanggul laut dengan skema hybrid sea wall di pesisir Demak telah diterima oleh Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Ke depan, pembangunan tersebut direncanakan membentang dari Kabupaten Demak hingga Kabupaten Jepara.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov Jawa Tengah akan melibatkan pemerintah kabupaten/kota setempat. Badan Otorita Pantura Jawa juga akan membentuk tim lapangan yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

“Wilayah pesisir tetap menjadi fokus utama, bersamaan dengan penataan drainase perkotaan. Di sisi lain, sektor kesehatan dan pendidikan juga tetap diperhatikan meskipun ada penyesuaian anggaran,” ujarnya.

Ia menegaskan penanganan banjir, termasuk banjir rob di Kecamatan Sayung, menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Demak karena menyangkut kebutuhan dasar dan keselamatan masyarakat.

“Usulan pembangunan giant sea wall di Sayung memang menjadi fokus kami. Penanganan rob harus segera direalisasikan,” pungkasnya. (Red)

Pencarian Otomatis di Situs + Excel

🔍 Pencarian Otomatis di Situs + Ekspor Excel



JudulLink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian YouTube ke Excel

Cari Video di Channel YouTube & Download Excel

JudulLink