BeritaEkonomi

80 Persen Tenaga Kerja Lokal Batang Dikirim Pelatihan ke China

Avatar photo
×

80 Persen Tenaga Kerja Lokal Batang Dikirim Pelatihan ke China

Sebarkan artikel ini
Sejumlah pekerja menggunakan alat berat menyelesaikan pekerjaannya dalam pembangunan salah satu bangunan industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (15/12/2025). (Istimewa)

Batang, Harianpantura.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, menyebut sekitar 80 persen tenaga kerja lokal asal Kabupaten Batang mendapat pelatihan jangka pendek ke China sebagai bagian dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Kepala Divisi Corporate Secretary KEK Industropolis Batang, M. Burhan Murtaki, mengatakan program tersebut menjadi wujud investasi berkualitas yang dikembangkan di kawasan.

“Investasi yang kami dorong di KEK Industropolis Batang bukan hanya membangun fasilitas produksi tetapi juga membangun kapasitas manusia di dalamnya,” katanya.

Ia menegaskan, pengiriman tenaga kerja lokal ke negara asal investor menunjukkan adanya transfer teknologi dan berbagi pengetahuan secara nyata.

“Pengiriman tenaga kerja lokal untuk pelatihan langsung di negara asal investor menunjukkan adanya transfer teknologi dan berbagi pengetahuan yang nyata yang menjadi pondasi daya saing industri jangka panjang,” ujarnya.

Saat ini, sebagian besar operasional perusahaan dijalankan oleh tenaga kerja lokal. Adapun posisi pimpinan proyek dan produksi masih dipegang tenaga kerja asing sebagai bagian dari proses transisi dan alih keahlian.

“Ke depan, perusahaan menargetkan kemandirian penuh oleh SDM Indonesia. Program pengiriman tenaga kerja ke China ini memperkuat posisi KEK Industropolis sebagai kawasan industri strategis yang tidak hanya menarik investasi manufaktur berteknologi tetapi juga memastikan terjadinya transfer teknologi dan peningkatan daya saing SDM lokal secara berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, HRGA Manager PT Ace Medical Products Indonesia, Agnes Galih, menjelaskan pelatihan dilakukan di fasilitas China karena sistem produksi dan teknologi masih terpusat di sana.

“Pelatihan dilakukan langsung di fasilitas China karena seluruh sistem produksi, mesin, teknologi, bahan baku, dan trainer masih terpusat berada di negara itu,” katanya.

Ia menambahkan, karyawan perlu memahami proses produksi secara menyeluruh sebelum fasilitas di Batang beroperasi.

“Karyawan perlu memahami proses produksi secara menyeluruh, termasuk standar operasional, sistem teknologi, serta budaya kerja dan disiplin perusahaan. Dengan demikian, saat fasilitas mulai beroperasi, mereka telah siap bekerja sesuai standar global,” ujarnya.

PT Ace Medical Products Indonesia mengirimkan 156 karyawan Indonesia untuk mengikuti pelatihan intensif di Zhijiang, Hubei, China. Program ini dibagi dalam dua gelombang, yakni periode I pada November 2025–Februari 2026 dan periode II pada Maret–Juni 2026.

“Dari total peserta, 117 orang atau sekitar 80 persen merupakan tenaga kerja asal Batang. Ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam memberdayakan masyarakat lokal sejak awal fase operasional,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *