Kudus, Harianpantura.com – Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat untuk memperbaiki puluhan sekolah yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem. Sedikitnya 58 satuan pendidikan dari jenjang kelompok bermain (KB) hingga sekolah menengah pertama (SMP) terdampak hujan berintensitas tinggi.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan mayoritas sekolah yang mengalami kerusakan merupakan sekolah dasar. Dari total 58 sekolah terdampak, sebanyak 52 di antaranya adalah SD, sementara sisanya terdiri atas satu KB, tiga taman kanak-kanak (TK), dan dua SMP.
“Kerusakan paling banyak terjadi di tingkat SD, sedangkan lainnya tersebar di jenjang KB, TK, dan SMP,” ujar Anggun.
Ia menjelaskan, tingkat kerusakan bangunan sekolah bervariasi, mulai dari kategori ringan hingga sedang. Saat ini, Disdikpora masih melakukan penghitungan kebutuhan anggaran perbaikan yang akan ditetapkan setelah penyusunan detail engineering design (DED) atau gambar kerja selesai.
Pengajuan bantuan perbaikan tersebut telah disampaikan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingat kerusakan sekolah terjadi sebagai dampak langsung dari bencana alam. “Karena berkaitan dengan cuaca ekstrem, kami mengajukan bantuan melalui BNPB,” kata Anggun.
Selain ke pemerintah pusat, laporan terkait kerusakan sekolah juga telah disampaikan kepada Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Laporan tersebut diserahkan pada Januari 2026 sebagai bagian dari tindak lanjut penanganan dampak bencana di sektor pendidikan.
Dalam laporan itu dijelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi pada 10–12 Maret 2025 menyebabkan sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus terdampak banjir, longsor, serta kerusakan bangunan.
Sebagai upaya awal, Disdikpora Kudus telah melakukan pendataan dan identifikasi kebutuhan sekolah-sekolah yang terdampak. Selain itu, petunjuk penanganan saat tanggap darurat maupun pascabencana juga disusun agar proses belajar mengajar tetap dapat berlangsung.
“Harapan kami, bantuan dari pemerintah pusat bisa segera terealisasi sehingga perbaikan sekolah dapat dilakukan dan kegiatan pendidikan kembali berjalan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (Red)






















































