Jakarta, Harianpantura.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan hingga 12 Februari 2026 sebanyak 21.897 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi di seluruh Indonesia. Layanan tersebut menjangkau 65 juta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari siswa PAUD hingga SMA, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Ermia Sofiyessi, menyampaikan bahwa portal pendaftaran SPPG telah ditutup dan kini tinggal menunggu penyelesaian pembangunan unit yang masih berproses.
“Per 12 Februari ada 21.897 SPPG sudah berjalan. Saat ini portal sudah ditutup, hanya menunggu proses pembangunan sampai selesai. Penerima manfaat sudah mencapai 65 juta,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
BGN menargetkan pada Maret 2026 sebanyak 23 ribu SPPG dapat beroperasi untuk mendukung pelaksanaan MBG. Saat ini terdapat 5.000 SPPG yang masih dalam tahap pembangunan.
Sepanjang 2025, total 32 ribu SPPG telah beroperasi. Untuk 2026, BGN menambah target menjadi 33.670 SPPG, terdiri atas 25.400 unit di daerah aglomerasi dan 8.270 unit di wilayah terpencil.
Selain penambahan unit layanan, jumlah penerima manfaat juga bertambah. Jika pada 2025 guru dan tenaga kependidikan belum menerima MBG, maka mulai Januari 2026 kelompok tersebut sudah mendapatkan layanan di sekolah.
Di sisi pasokan, kebutuhan bahan baku per SPPG juga meningkat. Untuk memenuhi kebutuhan beras, BGN membutuhkan 109.485 petani per bulan. Sementara untuk pisang dibutuhkan 3.941 petani per bulan.
Data BGN mencatat, dari 21.987 SPPG yang beroperasi, terdapat 109.485 pemasok beras, 65.691 pemasok ayam, dan 4.160 pemasok telur yang terlibat dalam rantai pasok program.
Pada 2026, BGN juga memperluas sasaran penerima MBG bagi anak usia 6–59 bulan sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG.
“Batasan usia kelompok anak balita sudah ditambah. Anak usia 6–59 bulan menerima MBG. Ini menjadi tantangan karena usia tersebut cukup kritis dalam pemenuhan gizi,” kata Ermia. (Red)






















































