Rembang, Harianpantura.com – Insiden pengeroyokan wasit terjadi usai laga leg kedua semifinal Liga 4 Jawa Tengah antara PSIR Rembang melawan Persak Kebumen di Stadion Krida, Rembang, Kamis (12/2/2026).
Wasit Dwi Purba Adi Wicaksana menjadi korban kekerasan yang diduga dilakukan oknum ofisial, pemain, serta suporter yang masuk ke lapangan. Video kejadian tersebut beredar luas di media sosial.
Dalam pertandingan itu, Persak Kebumen menang 2-0 dan lolos ke final dengan agregat 3-1.
PSSI mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Muhammad, meminta Komite Disiplin (Komdis) Jawa Tengah menjatuhkan sanksi tegas.
“Komdis harus tegas. Bukan hanya individu, klub juga wajib dihukum. Kalau perlu diskualifikasi,” ujarnya.
Ancaman diskualifikasi terhadap PSIR Rembang pun mencuat apabila terbukti bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Exco PSSI lainnya, Khairul Anwar, yang hadir di stadion menyatakan pertandingan berjalan normal selama 2×45 menit. Pihaknya juga mengawal perangkat pertandingan hingga ke depan ruang ganti.
“Kami memastikan semua sesuai aturan. Pertandingan berjalan aman dan kami ikut mengawal wasit sampai depan ruangannya,” kata Khairul.
Keputusan sanksi sepenuhnya berada di tangan Komite Disiplin tingkat provinsi. Insiden ini kembali menjadi catatan serius soal keamanan pertandingan di level regional. (Red)




















































