BeritaEkonomi

Pemerintah Ekspor Listrik Energi Terbarukan ke Singapura, Mohammad Saleh Apresiasi Langkah Cerdas dan Brilian

Avatar photo
×

Pemerintah Ekspor Listrik Energi Terbarukan ke Singapura, Mohammad Saleh Apresiasi Langkah Cerdas dan Brilian

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh. (Istimewa)

Semarang, Harianpantura.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan apresiasi tinggi atas keputusan pemerintah yang mengekspor listrik energi terbarukan ke Singapura melalui Memorandum of Understanding (MoU). Menurutnya, langkah ini sangat cerdas dan brilian karena tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga mendukung pembangunan industri berkelanjutan.

Kesepakatan ini merupakan inisiatif Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, yang menggabungkan ekspor listrik dengan persyaratan pembangunan kawasan industri di Batam dan sekitarnya oleh Singapura.

“Keputusan pemerintah yang diwakili oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk ekspor listrik ke Singapura dengan syarat Singapura membangun kawasan industri di Batam dan sekitarnya serta persyaratan carbon capture merupakan tindakan yang cerdas dan brilian,” tegas Mohammad Saleh, yang juga merupakan lulusan Magister Energi Universitas Diponegoro.

Mohammad Saleh menambahkan, energi hijau sangat penting untuk masa depan Indonesia yang bebas polutan.

“Ke depan, energi baru terbarukan sangat dibutuhkan dalam kerangka mewujudkan visi Indonesia yang bebas polutan dan mengurangi penggunaan energi fosil,” ujarnya.

Kesepakatan ini ditandatangani pada Jumat, 13 Juni 2025, antara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Menteri Tenaga Kerja serta Menteri Kedua Bidang Perdagangan dan Industri Singapura, Tan See Leng. Investasi energi terbarukan untuk proyek ini diperkirakan mencapai lebih dari US$10 miliar, belum termasuk pembangunan kawasan industri di Batam, Bintan, dan Karimun (BBK).

Bahlil menjelaskan, kawasan industri di Batam akan dibangun dengan konsep serupa kawasan industri di Malaysia dan Singapura, agar dekat dengan pasar dan memudahkan distribusi listrik.

“Kita bikin di situ supaya dekat dengan Singapura,” katanya.

Kapasitas ekspor listrik energi terbarukan ke Singapura diperkirakan mencapai 3,4 gigawatt (GW). Untuk memenuhi kebutuhan ini, produksi panel surya Indonesia harus mencapai 18,7 GW dan baterai sebesar 35,7 GWh. Potensi investasi total untuk pembangkit panel surya diperkirakan antara US$30 miliar hingga US$50 miliar, ditambah US$2,7 miliar untuk manufaktur panel surya dan sistem penyimpanan baterai (Battery Energy Storage System/BESS).

MoU ini juga diperkirakan akan memberikan dampak positif besar bagi perekonomian Indonesia, dengan potensi penambahan devisa sebesar US$4-6 miliar per tahun, penerimaan negara antara US$210 juta hingga US$600 juta per tahun, serta penciptaan lapangan kerja baru sebanyak 418.000 orang di sektor manufaktur, konstruksi, operasi, dan pemeliharaan. (Red)

Pencarian Otomatis di Situs + Excel

🔍 Pencarian Otomatis di Situs + Ekspor Excel



JudulLink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian YouTube ke Excel

Cari Video di Channel YouTube & Download Excel

JudulLink