Jepara, Harianpantura.com – Pemerintah Kabupaten Jepara, mengusulkan revitalisasi 16 pasar tradisional kepada pemerintah pusat untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah dan kenyamanan aktivitas perdagangan.
Bupati Jepara Witiarso Utomo menyampaikan, usulan tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan Budi Santoso di Jakarta, Selasa (3/2/2026).
“Kami sudah bertemu Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di Jakarta hari ini (3/2), untuk membahas usulan revitalisasi 16 pasar,” kata Witiarso melalui rilis yang diterima di Jepara.
Enam belas pasar yang diusulkan meliputi Pasar Kelet, Pasar Tanggulasi, Pasar Hewan Keling, Pasar Krasak Bangsri, Pasar Mlonggo, Pasar Lebak, Pasar Rakyat Jepara I dan II, Shopping Center Jepara, Pasar Tahunan, Pasar Rakyat Mindahan, Pasar Rakyat Bugel, Pasar Rakyat Kalinyamatan, Pasar Rakyat Welahan, Pasar Rakyat Mayong, serta Pasar Kerajinan Kalinyamatan.
Total anggaran revitalisasi yang diajukan mencapai Rp62 miliar melalui APBN 2026 atau 2027.
Menurut Witiarso, Menteri Perdagangan menyampaikan bahwa program revitalisasi pasar masih menunggu pembahasan di DPR RI. Meski demikian, Kabupaten Jepara masuk dalam daerah prioritas.
Selain itu, Kementerian Perdagangan membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mendukung pembiayaan dan pengelolaan pasar.
Terkait pembangunan Pasar Pecangaan, Witiarso menyebut Kemendag akan memberikan rekomendasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sebagai tindak lanjut atas proposal Pemkab Jepara.
Pemkab Jepara berharap revitalisasi pasar dapat menghasilkan bangunan yang layak, fungsional, dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi pedagang serta masyarakat.
“Pasar harus nyaman, tertata, dan benar-benar mendukung aktivitas ekonomi warga,” ujar dia. (Red)



















































