Jakarta, Harianpantura.com – Pemerintah terus memperluas jangkauan program Sekolah Rakyat sebagai upaya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pada tahun 2026, jumlah peserta didik yang akan diterima dalam program tersebut ditargetkan mencapai lebih dari 32 ribu siswa.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan, peningkatan jumlah siswa tersebut sejalan dengan bertambahnya gedung permanen Sekolah Rakyat yang dibangun pemerintah atas arahan Presiden. Sebelumnya, pada tahun lalu, kuota peserta didik yang dialokasikan mencapai sekitar 15 ribu siswa.
“Tahun lalu kita mengalokasikan 15 ribu lebih siswa Sekolah Rakyat. Tahun ini lebih dari 32 ribu yang akan diterima sebagai bagian dari siswa Sekolah Rakyat. Peningkatan alokasi ini sesuai dengan jumlah gedung permanen yang dibangun oleh pemerintah atas arahan Bapak Presiden. Saya kira ini yang penting yang bisa kami laporkan,” kata Saifullah Yusuf saat bertemu Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman, kemarin.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan KSP terhadap pelaksanaan program Sekolah Rakyat. Menurutnya, Juli 2026 menjadi momentum penting karena program pendidikan gratis tersebut genap berjalan satu tahun.
Ia menilai, peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, mulai dari tata kelola, pemenuhan sumber daya manusia, hingga berbagai tantangan yang muncul selama pelaksanaan di lapangan.
“Saya memohon dukungan terus dari Pak Dudung selaku (Kepala) KSP agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat makin baik, makin sempurna dan nanti melahirkan generasi-generasi yang pintar, berkarakter dan terampil sebagaimana harapan Bapak Presiden,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala KSP Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman menegaskan pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan program tersebut, termasuk dalam pembangunan fasilitas pendidikan permanen.
Menurut Dudung, Sekolah Rakyat memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, khususnya bagi anak-anak yang selama ini tidak memperoleh akses pendidikan secara memadai.
“Karena di situlah anak yang putus sekolah, anak yang tidak sekolah, ini akan ditampung dan kemudian disekolahkan secara boarding di Sekolah Rakyat,” kata Dudung.
Ia menambahkan, KSP akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak guna mengatasi hambatan yang muncul dalam pelaksanaan program. Dukungan tersebut diharapkan mampu memastikan proses pembangunan sarana pendidikan maupun kegiatan belajar mengajar dapat berjalan secara berkelanjutan.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju terwujudnya visi Indonesia Emas 2045. (Red)















































