Blora, Harianpantura.com – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax menuai keluhan dari masyarakat. Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax resmi naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau melonjak sekitar 32 persen.
Kenaikan tersebut langsung dirasakan para pengguna kendaraan yang mengandalkan BBM untuk aktivitas sehari-hari. Di sejumlah SPBU di Kabupaten Blora, Kamis (11/6/2026), sejumlah pengendara mengaku terkejut dengan lonjakan harga yang dinilai cukup tinggi.
Mereka khawatir kenaikan harga BBM akan berdampak luas terhadap biaya hidup, terutama di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
Salah seorang warga Blora, Purnomo, mengaku keberatan dengan kebijakan tersebut. Menurutnya, kenaikan harga Pertamax semakin menambah beban masyarakat yang saat ini juga menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan pokok.
“Sebetulnya kami keberatan mas, harga kebutuhan pokok mulai naik, termasuk sekarang BBM naik cukup tinggi. Rakyat kecil jadi tumbal terus. Sementara pendapatan kami tidak ikut naik,” keluh Purnomo saat ditemui di SPBU.
Ia menilai dampak kenaikan BBM tidak hanya dirasakan oleh pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa di berbagai sektor.
“Kalau BBM naik, biasanya harga-harga lain ikut naik. Yang paling terasa ya masyarakat kecil yang setiap hari harus bekerja dan menggunakan kendaraan untuk mencari nafkah,” tambahnya.
Purnomo berharap pemerintah dapat lebih mempertimbangkan kondisi masyarakat sebelum mengambil kebijakan yang berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga menyebut penyesuaian harga Pertamax dilakukan berdasarkan evaluasi berkala dengan mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia dan harga pasar keekonomian.
Kenaikan tersebut hanya berlaku untuk BBM nonsubsidi. Adapun harga Pertalite dan Biosolar yang masuk kategori BBM bersubsidi masih dipertahankan.
Meski demikian, kebijakan tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat. Sejumlah warga berharap pemerintah dapat menghadirkan langkah-langkah yang mampu menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi pekerja dan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada transportasi darat untuk menjalankan aktivitas ekonomi.
Kenaikan harga Pertamax menjadi salah satu isu yang ramai diperbincangkan dalam beberapa hari terakhir. Di berbagai daerah, keluhan serupa bermunculan karena masyarakat khawatir lonjakan harga BBM akan diikuti kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya hidup lainnya. (Red)















































