BeritaKudus

Rute Trans Jateng ke Kudus Masih Dikaji, Dampak ke Angkutan Lokal Jadi Pertimbangan

Avatar photo
×

Rute Trans Jateng ke Kudus Masih Dikaji, Dampak ke Angkutan Lokal Jadi Pertimbangan

Sebarkan artikel ini
Bus Trans Jateng. (Istimewa)

Kudus, Harianpantura.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih melakukan kajian mendalam terkait rencana perluasan layanan Bus Trans Jateng yang akan menghubungkan Kota Semarang dengan Kabupaten Kudus serta sejumlah wilayah di sekitarnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, kajian tersebut tidak hanya berfokus pada kebutuhan transportasi masyarakat, tetapi juga mempertimbangkan berbagai aspek lain, termasuk efisiensi operasional dan dampaknya terhadap pelaku usaha transportasi yang selama ini melayani rute tersebut.

“Trans Jateng ini tidak hanya sekadar berjalan, tetapi ada pelaku-pelaku transportasi yang sudah ada. Itu juga harus menjadi pertimbangan,” kata Sumarno, kemarin.

Menurutnya, pemerintah berupaya memastikan pengembangan layanan transportasi massal tersebut tidak menimbulkan dampak negatif bagi operator angkutan yang telah lebih dulu beroperasi di jalur Semarang-Demak-Jepara-Kudus.

Selain pengembangan jaringan layanan, Pemprov Jateng juga sedang mengevaluasi kemungkinan penggunaan armada bus listrik untuk mendukung operasional Trans Jateng di masa mendatang. Namun, hasil kajian awal menunjukkan bahwa biaya investasi maupun operasional bus listrik masih cukup tinggi dibandingkan bus konvensional.

“Untuk sementara ini dari kajian yang ada, tetapi masih saya minta dikaji ulang, biaya operasional bus listrik justru lebih mahal. Hampir dua kali lipat operasionalnya, biaya pembeliannya juga lebih mahal. Ini perlu dikaji lebih mendalam,” ujarnya.

Sumarno menjelaskan, usulan perluasan koridor Trans Jateng tidak hanya datang dari kawasan timur Jawa Tengah, tetapi juga dari sejumlah daerah di wilayah barat. Karena itu, pemerintah masih mengumpulkan berbagai data dan masukan sebelum menentukan langkah lanjutan.

Di sisi lain, kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi umum dinilai semakin meningkat, terutama di wilayah Kudus dan sekitarnya. Kondisi tersebut dipicu berkurangnya layanan bus antarkota yang selama ini menjadi andalan warga untuk mobilitas sehari-hari. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *