Rembang, Harianpantura.com – Kabupaten Rembang mencatatkan capaian penting dalam produksi tembakau. Pada 2025, Rembang menjadi daerah dengan produksi tembakau terbesar di Jawa Tengah dengan hasil mencapai 11.697,66 ton.
Data tersebut berdasarkan catatan Dinas Pertanian dan Perkebunan (DPP) Provinsi Jawa Tengah. Produksi tembakau Rembang bahkan melampaui Kabupaten Temanggung yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra tembakau nasional dengan produksi 9.363,85 ton.
Sementara itu, Kabupaten Grobogan berada di posisi ketiga dengan produksi mencapai 6.757,82 ton.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Rembang melampaui Temanggung menjadi catatan bersejarah bagi sektor pertanian tembakau di daerah.
“Bisa melebihi Temanggung ini tonggak bersejarah. Biasanya kita selalu di bawah, baik produksi maupun luasan,” kata Agus Iwan.
Ia menjelaskan, peningkatan produksi tersebut tidak terlepas dari kerja keras para petani yang mendapat pendampingan dari Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) serta dukungan kemitraan dengan PT Sadhana Arifnusa.
Selain itu, Pemkab Rembang turut memberikan dukungan melalui bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), alokasi pupuk, serta pembinaan kepada petani secara berkala.
Peningkatan produksi tersebut juga dinilai memberikan dampak terhadap perekonomian petani di desa. Selain meningkatkan hasil panen, tingginya produksi tembakau turut berpengaruh terhadap penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
“Pemanfaatan DBHCHT, Rembang diuntungkan karena mendapat kontribusi lumayan besar. Diperkirakan penyerapan tahun 2026 sampai Oktober-November,” tambahnya.

















































