Rembang, Harianpantura.com – Semangat gotong royong warga Dukuh Jatirejo, Desa Grawan, Kecamatan Sumber, Kabupaten Rembang, terlihat dalam pembangunan jalan penghubung antara Dukuh Jatirejo dan Dukuh Bodeh. Jalan tersebut dibangun secara swadaya melalui iuran warga dan pengerjaan bersama.
Jalan yang dibangun memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 3 meter. Proses pengecoran dilakukan secara gotong royong dan berhasil diselesaikan dalam satu hari.
Untuk membiayai pembangunan, warga melakukan iuran dalam dua tahap. Pada tahap pertama, setiap warga menyumbang Rp100 ribu. Selanjutnya, warga kembali melakukan iuran sebesar Rp50 ribu per orang.
Panitia pembangunan, Pardi, mengatakan total biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan jalan tersebut mencapai sekitar Rp20 juta.
“Kurang lebih habis sekitar Rp20 juta,” ujar Pardi.
Menurut Pardi, pembangunan jalan tersebut merupakan inisiatif warga yang peduli terhadap kondisi akses penghubung antardukuh. Keberadaan jalan diharapkan dapat mempermudah mobilitas dan aktivitas masyarakat.
Bendahara Desa Grawan, Bu Titik, membenarkan bahwa pembangunan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
“Memang jalan penghubung itu dicor sendiri atas masukan dari warga. Pengerjaannya dilakukan selama satu hari,” kata Bu Titik.
Pembangunan secara swadaya ini menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur di lingkungan desa.
Pardi menambahkan, warga masih berencana melanjutkan pembangunan dengan menambah sayap jalan. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena terkendala anggaran.
“Untuk tahap berikutnya rencananya mau menambah sayap jalan, tetapi anggarannya masih belum ada,” ungkapnya.
Warga berharap pembangunan lanjutan mendapat dukungan anggaran sehingga akses jalan antara Dukuh Jatirejo dan Dukuh Bodeh dapat semakin baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat. (Bas)


















































