Rembang, Harianpantura.com – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di SMP NU Pancur, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti siswa-siswi kelas IX sebagai bagian dari upaya memberikan pembekalan kepada remaja dalam menghadapi masa depan.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan berkeluarga, termasuk memahami risiko pernikahan pada usia yang belum siap.
Kepala KUA Pancur, Cholid Abdullah, mengatakan masa remaja merupakan periode penting untuk membangun pengetahuan, karakter, dan kemampuan sebagai bekal menghadapi kehidupan di masa mendatang.
Menurutnya, pernikahan membutuhkan kesiapan yang cukup, baik dari sisi mental, emosional, kesehatan, pengetahuan, maupun kemampuan menjalankan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga.
“Anak-anak harus memahami bahwa masa sekolah adalah kesempatan untuk belajar dan mempersiapkan masa depan. Jangan sampai mengambil keputusan terlalu cepat sehingga pendidikan dan cita-cita justru terhambat,” kata Cholid.
Ia mendorong para siswa untuk memiliki cita-cita dan perencanaan masa depan yang jelas. Pendidikan, kata dia, perlu menjadi perhatian utama agar remaja memiliki bekal yang cukup sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai berbagai konsekuensi yang dapat muncul ketika pernikahan dilakukan pada usia yang belum matang. Para remaja diingatkan untuk menjaga pergaulan dan tidak mudah terpengaruh oleh lingkungan maupun informasi di media sosial.
“Remaja perlu memiliki tujuan yang jelas. Fokus menyelesaikan pendidikan, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan. Urusan berkeluarga ada waktunya ketika sudah benar-benar siap,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP NU Pancur, M. Ulin Nuha, S.T., menyambut baik pelaksanaan kegiatan BRUS tersebut. Menurutnya, pembinaan kepada siswa tidak hanya berkaitan dengan aspek akademik, tetapi juga perlu menyentuh persoalan kehidupan yang dihadapi remaja.
“Anak-anak perlu mendapatkan pendampingan agar mampu mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupannya. Termasuk bagaimana mereka merencanakan pendidikan, cita-cita, dan masa depan,” katanya.
M. Ulin Nuha berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan siswa dalam menghadapi berbagai tantangan di usia remaja. Dengan pembekalan yang cukup, siswa diharapkan mampu menentukan langkah secara lebih bijak dan tidak terburu-buru mengambil keputusan yang berkaitan dengan masa depan.
Kegiatan BRUS di SMP NU Pancur tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan pembinaan kepada remaja usia sekolah agar lebih memahami pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, serta kesiapan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. (Red)

















































