BeritaSemarang

313 KK Terdampak Banjir, Pemkot Semarang Fokus Perbaikan Tanggul

Avatar photo
×

313 KK Terdampak Banjir, Pemkot Semarang Fokus Perbaikan Tanggul

Sebarkan artikel ini
Petugas membersihkan sisa material luapan Sungai Plumbon. (Istimewa)

Semarang, Harianpantura.com – Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat menangani dampak banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Tugu dan Ngaliyan pada Jumat (15/5/2026) malam. Penanganan darurat difokuskan pada perbaikan tanggul jebol, pembersihan lumpur di jalur utama Silayur, hingga pencarian warga yang dilaporkan hanyut.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan seluruh organisasi perangkat daerah terkait telah diterjunkan langsung ke lokasi terdampak guna membantu proses penanganan banjir dan pemulihan kondisi warga.

Salah satu prioritas utama saat ini yakni pencarian seorang lansia bernama Maryam (70), warga Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, yang dilaporkan hanyut setelah tanggul Sungai Plumbon jebol akibat derasnya arus air.

Berdasarkan data Kecamatan Tugu, sedikitnya 313 kepala keluarga di Kelurahan Mangkang Kulon terdampak luapan sungai tersebut. Selain menggenangi rumah warga, banjir juga menyebabkan tanggul di RT 01 RW 01 jebol sepanjang sekitar 40 meter sehingga memperparah kondisi permukiman di sekitarnya.

Agustina menjelaskan tingginya curah hujan di wilayah hulu Ungaran bagian timur serta kawasan Ngaliyan memicu peningkatan debit air di Sungai Silandak dan Sungai Plumbon hingga meluap ke permukiman warga.

Menurut dia, penanganan darurat terhadap tanggul ambrol mulai dilakukan sejak Sabtu pagi. Meski Sungai Plumbon berada di bawah kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Pemkot Semarang tetap mengambil langkah cepat untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Pemkot Semarang bersama BBWS Pemali Juana akan memperkuat tanggul menggunakan ribuan karung pasir atau sand bag serta memasang trucuk bambu sebagai penahan sementara.

“Kita akan kerahkan personel untuk melakukan penambalan tanggul sementara agar warga merasa aman jika terjadi hujan susulan di wilayah hulu,” kata Agustina.

Di sisi lain, Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang juga melakukan pembersihan material lumpur tebal yang menutup akses jalan di kawasan Silayur, Ngaliyan. Pembersihan dilakukan menggunakan alat berat dan truk tangki air agar jalur penghubung Semarang–Boja kembali aman dilalui kendaraan.

Pemkot Semarang juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memetakan titik rawan banjir dan luapan air di wilayah Semarang Barat sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem.

Masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan memantau informasi cuaca maupun peringatan dini dari instansi terkait. Pemerintah kota memastikan penanganan terhadap warga terdampak akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar kembali normal. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *