Jakarta, Harianpantura.com – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan perusahaan baru bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) untuk menangani tata kelola ekspor komoditas strategis Indonesia. Perusahaan berbentuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu dibentuk atas mandat Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat pengawasan ekspor dan menekan praktik ilegal dalam perdagangan luar negeri.
Managing Director Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia, Rohan Hafas, mengatakan PT DSI dipilih berada langsung di bawah Danantara karena lembaga tersebut memiliki modal dan kapasitas besar untuk menjalankan fungsi pengelolaan ekspor secara optimal.
“Yang punya capital besar dan size besar kan Danantara,” kata Rohan dalam taklimat media di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, Rabu.
Menurut dia, PT DSI akan mulai beroperasi dalam dua tahapan. Pada fase awal yang berlangsung mulai 1 Juni hingga 31 Desember 2026, DSI berfungsi sebagai penilai sekaligus perantara antara penjual dan pembeli untuk sejumlah komoditas ekspor tertentu.
Selanjutnya, mulai Januari 2027, peran DSI akan diperluas menjadi perusahaan perdagangan (trader). Dalam skema tersebut, DSI akan membeli langsung komoditas dari eksportir, menyimpan barang, serta menanggung risiko transaksi sebelum menjualnya ke pasar internasional.
Hasil transaksi ekspor nantinya diterima dalam mata uang asing sesuai negara tujuan perdagangan. Meski demikian, devisa hasil ekspor tersebut dipastikan kembali masuk ke Indonesia.
Pemerintah menugaskan PT DSI untuk mengelola sekaligus mengawasi ekspor sejumlah komoditas sumber daya alam strategis seperti minyak kelapa sawit, batu bara, hingga ferro alloy atau paduan besi.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembentukan perusahaan tersebut bertujuan memperbaiki tata kelola ekspor nasional sekaligus memberantas berbagai praktik ilegal yang selama ini merugikan negara.
Praktik yang menjadi perhatian antara lain kurang bayar ekspor (under-invoicing), transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor ke luar negeri. (Red)

























































