BeritaDemakPeristiwa

Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir di Demak

Avatar photo
×

Ribuan Warga Mengungsi Akibat Banjir di Demak

Sebarkan artikel ini
Tim BPBD Demak bersama relawan melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir akibat meluapnya dan jebolnya tanggul Sungai Tuntang, Jumat (3/4/2026). (Istimewa)

Demak, Harianpantura.com – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Demak, memaksa ribuan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak mencatat sebanyak 2.839 jiwa dari sembilan desa harus meninggalkan rumah mereka akibat luapan Sungai Tuntang serta tanggul yang jebol setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, mengatakan para pengungsi saat ini tersebar di berbagai lokasi penampungan sementara. Tempat-tempat tersebut meliputi balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga yang berada di wilayah aman.

“Ribuan pengungsi tersebut mengungsi ke sejumlah tempat, mulai dari balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga. Total ada 14 lokasi pengungsian,” kata Agus Sukiyono, Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, pemerintah daerah bersama relawan dan tim gabungan terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak banjir. Selain itu, berbagai kebutuhan dasar para pengungsi juga mulai dipenuhi, seperti bantuan logistik, layanan kesehatan, serta penyediaan tempat tinggal sementara selama masa tanggap darurat.

Banjir yang terjadi juga dipicu oleh rusaknya tanggul Sungai Tuntang di beberapa titik. Berdasarkan hasil pendataan BPBD, terdapat enam lokasi tanggul jebol yang tersebar di dua desa.

Di Desa Trimulyo tercatat tiga titik tanggul jebol dengan panjang sekitar 30 meter dan 10 meter. Sementara itu, di Desa Sidoharjo juga ditemukan tiga titik tanggul rusak dengan panjang sekitar 15 meter.

Peristiwa jebolnya tanggul serta limpasan air Sungai Tuntang terjadi pada Jumat (3/4) pagi. Kondisi tersebut menyebabkan air sungai meluap dan merendam rumah-rumah warga di wilayah sekitar.

Adapun desa yang terdampak banjir tersebar di empat kecamatan. Di Kecamatan Guntur meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo. Kemudian di Kecamatan Karangtengah meliputi Desa Ploso, di Kecamatan Wonosalam yakni Desa Lempuyang, serta di Kecamatan Kebonagung meliputi Desa Sarimulyo dan Solorire.

BPBD mencatat ketinggian genangan air di sejumlah wilayah bervariasi, bahkan di beberapa titik mencapai antara 100 hingga 140 sentimeter.

Meski demikian, Agus menyebut kondisi banjir mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan. Hal tersebut terlihat dari berkurangnya ketinggian air di beberapa desa yang sebelumnya terdampak cukup parah.

“Namun, tren untuk hari ini mulai menurun, baik di Desa Trimulyo maupun desa-desa lainnya,” ujarnya.

Hingga kini, tim gabungan dari berbagai instansi masih terus melakukan pendataan serta evakuasi terhadap warga yang kemungkinan masih bertahan di rumah masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Demak bersama tim gabungan juga telah melakukan berbagai langkah penanganan darurat. Di antaranya melakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), melakukan asesmen wilayah terdampak, serta mendistribusikan karung zak untuk penanganan sementara tanggul yang jebol.

Selain itu, sejumlah lokasi pengungsian juga telah disiapkan di beberapa titik, seperti balai desa dan kantor kecamatan. Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan kondisi wilayah terdampak, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas instansi guna mempercepat proses penanganan bencana. (Red)

Pencarian Otomatis di Situs + Excel

🔍 Pencarian Otomatis di Situs + Ekspor Excel



JudulLink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian YouTube ke Excel

Cari Video di Channel YouTube & Download Excel

JudulLink