Kendal, Harianpantura.com – Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari berharap pengelolaan sumur minyak rakyat yang dikabarkan telah dikerjasamakan dapat berjalan baik serta memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kendal.
Menurutnya, sektor minyak dan gas bumi (migas) menjadi salah satu sumber penerimaan Dana Bagi Hasil (DBH) dari pemerintah pusat kepada daerah penghasil. Karena itu, keberadaan sumur minyak rakyat di Kendal diharapkan mampu meningkatkan PAD, membuka lapangan pekerjaan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Harapannya nanti bisa memberikan sumbangsih terhadap PAD kita melalui sistem bagi hasil. Karena kan untuk bagi hasil itu dari pusat ada dua, undang-undangnya migas sama sawit. Jadi mudah-mudahan dari minyak yang di sini bisa memberikan bagi hasil dan meningkatkan PAD kita,” ujar Dyah Kartika Permanasari, Kamis (2/4/2026).
Ia menjelaskan, sumur minyak rakyat yang berada di sejumlah titik di Kabupaten Kendal saat ini masih dalam tahap awal, yakni proses pengecekan.
“Ini kan masih tahapan awal. Nantinya perlu proses panjang dan itu menjadi kebijakan dari pusat, yaitu dari Kementerian ESDM,” jelasnya.
Bupati Kendal juga berharap proses pengelolaan sumur rakyat yang sebelumnya telah dikerjasamakan dapat berjalan lancar. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara produksi antara Koperasi KEN, perwakilan penambang sumur rakyat, serta pemerintah desa setempat.
“Nanti kami mengikuti hasilnya karena ini masih tahapan awal. Kemarin kalau tidak salah seminggu yang lalu dari SKK Migas sudah melakukan pengecekan. Mudah-mudahan di Kendal ini kandungan minyaknya tinggi,” harapnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq menegaskan pihaknya akan terus mengawal kebijakan terkait potensi yang dihasilkan dari sumur minyak rakyat tersebut.
“Kita bercita-cita dengan adanya minyak itu punya kontribusi dari sisi pendapatan, mengingat Kendal punya potensi yang luar biasa. Dan dari sisi regulasi sesuai dengan kewenangan kami akan mengawal hal itu,” pungkasnya. (Red)




















































