BeritaInfrastrukturSemarang

Semarang Siap Sambut Pemudik, 3.112 Titik Jalan Diperbaiki

Avatar photo
×

Semarang Siap Sambut Pemudik, 3.112 Titik Jalan Diperbaiki

Sebarkan artikel ini
Proses perbaikan jalan kota yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang. (Istimewa)

Semarang, Harianpantura.com – Pemerintah Kota Semarang, memastikan kesiapan infrastruktur jalan menjelang arus mudik Lebaran 2026. Saat ini, tingkat kemantapan jalan di wilayah ibu kota provinsi tersebut telah mencapai sekitar 97 persen.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kondisi jalan di Kota Semarang dipastikan dalam keadaan baik sehingga dapat menunjang kelancaran mobilitas masyarakat, terutama para pemudik yang melintas maupun yang pulang kampung ke kota tersebut.

“Dari total 839 kilometer jaringan jalan kota, sekitar 97 persen sudah dalam kondisi mantap. Kami ingin masyarakat yang masuk ke Semarang merasa aman dan nyaman tanpa terkendala infrastruktur jalan,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan sejak awal tahun Pemkot Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah mempercepat perbaikan jalan di berbagai titik. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi lonjakan arus kendaraan saat periode mudik Lebaran.

Perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam menggunakan material hotmix. Sepanjang Januari hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 2.302 titik kerusakan jalan telah ditangani.

Selain itu, saat ini pemerintah juga masih menyelesaikan perbaikan di sekitar 810 titik lainnya yang ditargetkan rampung sebelum puncak arus mudik.

“Secara keseluruhan ada 3.112 titik perbaikan jalan yang kami tangani sejak awal tahun. Semua pengerjaan kami kebut agar selesai sebelum Lebaran, sehingga tidak ada aktivitas alat berat yang mengganggu lalu lintas,” katanya.

Selain memastikan kondisi jalan kota dalam keadaan baik, Pemkot Semarang juga mempersiapkan jalur alternatif serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, terutama di pintu masuk utama kota seperti kawasan Kaligawe dan Mangkang.

Meski kedua titik tersebut merupakan bagian dari jalan nasional, Agustina menegaskan pihaknya tetap melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah pusat guna menjaga kelancaran arus kendaraan.

Di sisi lain, beberapa jalur alternatif seperti Jalan Prof. Hamka, Cangkiran, hingga wilayah Gunungpati juga telah disiapkan untuk memberikan pilihan akses bagi para pemudik.

“Jalur alternatif kami pastikan siap digunakan sehingga pemudik memiliki banyak pilihan rute yang kondisinya juga baik,” jelasnya.

Agustina juga mengajak masyarakat turut berpartisipasi dengan melaporkan jika menemukan kerusakan jalan melalui layanan pengaduan Lapor Semar. Menurutnya, laporan warga dapat membantu pemerintah merespons lebih cepat jika terjadi kerusakan akibat faktor cuaca atau kondisi lainnya.

“Tim reaksi cepat sudah kami siagakan. Jika ada laporan dari masyarakat, petugas akan segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan,” katanya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *