BeritaPendidikan

Cegah Kekerasan Seksual, Pemkab Batang Instruksikan Monitoring Ketat di Sekolah

Avatar photo
×

Cegah Kekerasan Seksual, Pemkab Batang Instruksikan Monitoring Ketat di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Batang, Suyono. (Istimewa)

Batang, Harianpantura.com – Pemerintah Kabupaten Batang meminta seluruh satuan pendidikan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Upaya pencegahan dinilai perlu dilakukan secara sistematis melalui pengawasan yang lebih ketat dan deteksi dini terhadap peserta didik.

Wakil Bupati Batang Suyono menegaskan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi siswa. Karena itu, seluruh pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan diminta mengambil langkah konkret untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual.

Menurutnya, kasus kekerasan seksual kerap luput dari perhatian karena tidak selalu terlihat secara langsung. Namun, ketika terungkap, dampaknya dapat menimbulkan persoalan serius bagi korban maupun lingkungan sekolah.

“Kasus seperti ini sering tidak tampak di permukaan, tetapi tiba-tiba muncul dan menjadi perhatian publik. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini dan secara terstruktur,” kata Suyono, Kamis (4/6/2026).

Ia meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) bersama pihak sekolah memperkuat sistem pengawasan terhadap siswa. Guru, lanjutnya, memiliki peran penting dalam mengenali perubahan perilaku peserta didik yang dapat menjadi tanda adanya masalah.

Menurut Suyono, pemantauan terhadap perkembangan dan perilaku siswa perlu dilakukan secara rutin agar potensi kasus dapat terdeteksi lebih awal.

“Harus ada monitoring yang berjalan terus-menerus. Guru perlu memperhatikan kondisi dan perilaku muridnya setiap hari,” ujarnya.

Selain pengawasan terhadap siswa, Suyono juga menekankan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman. Ia meminta para kepala sekolah bersikap tegas dalam menegakkan disiplin serta melakukan pengawasan terhadap seluruh aktivitas di lingkungan sekolah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *