BeritaBlora

Anggaran Rp9 Miliar Kena Refocusing, Pembangunan Tiga Embung di Blora Batal Tahun Ini

Avatar photo
×

Anggaran Rp9 Miliar Kena Refocusing, Pembangunan Tiga Embung di Blora Batal Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Salah satu embung yang dibangun menggunakan banprov tahun 2025. (Istimewa)

Blora, Harianpantura.com – Rencana pembangunan tiga embung di Kabupaten Blora tahun ini batal terealisasi. Anggaran Bantuan Keuangan Provinsi (Bankeuprov) Jawa Tengah sekitar Rp9 miliar yang semula disiapkan untuk proyek tersebut terkena efisiensi atau refocusing.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora, Surat, mengatakan pihaknya telah mengusulkan pembangunan tiga embung tersebut sejak awal tahun. Namun, pada Juni lalu, pihaknya mendapat informasi bahwa anggaran dialihkan untuk kebutuhan infrastruktur lain.

”Kami sudah mengusulkan sejak awal tahun. Tapi pada Juni mendapat informasi anggarannya terkena efisiensi atau refocusing,” ujarnya.

Tiga embung yang direncanakan tersebut berada di Desa Temulus dan Desa Wulung, Kecamatan Randublatung, serta Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan. Pembangunan infrastruktur itu diproyeksikan dapat mendukung pengairan lahan pertanian seluas 191 hektare.

Surat menjelaskan, embung di Desa Temulus diperkirakan mampu mengairi lahan pertanian seluas 140 hektare. Sementara embung di Desa Wulung mencakup 31 hektare dan embung di Desa Adirejo seluas 20 hektare.

Meski batal dibangun tahun ini, Pemkab Blora berencana kembali mengusulkan anggaran pembangunan ketiga embung tersebut pada 2027 hingga 2028 secara bertahap.

Menurut Surat, keberadaan embung menjadi salah satu upaya penting untuk mengantisipasi kekeringan, terutama saat musim kemarau. Tampungan air hujan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian maupun air baku bagi masyarakat.

Saat ini, Kabupaten Blora memiliki tiga waduk dan 78 embung. Namun, sebagian tampungan air tersebut mengalami kekeringan. Bahkan, sejumlah embung belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

”Kami prioritaskan optimalisasi tampungan air. Saat musim hujan nanti, limpahan air bisa ditampung maksimal untuk kebutuhan pertanian, air baku, sekaligus membantu pengendalian banjir,” pungkasnya. (Syae)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *