BeritaRembang

Momentum Hari Kartini Dongkrak Kunjungan ke Museum RA Kartini

Avatar photo
×

Momentum Hari Kartini Dongkrak Kunjungan ke Museum RA Kartini

Sebarkan artikel ini
Museum RA Kartini Rembang. (Istimewa)

Rembang, Harianpantura.com – Kunjungan wisatawan ke Museum RA Kartini mengalami lonjakan signifikan di momen peringatan Hari Kartini 2026. Hingga 18 April, jumlah pengunjung tercatat meningkat sekitar 30 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Subkoordinator Sejarah, Museum, dan Cagar Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Rembang, Retna Dyah Radityawati, menyampaikan bahwa peningkatan ini didominasi oleh kalangan pelajar.

“Data kunjungan di Museum RA Kartini Rembang, jelang April kenaikan pengunjung sampai dengan 18 April dari bulan lalu sebanyak 30 persen,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Nana itu menjelaskan, mayoritas pengunjung berasal dari anak-anak sekolah, mulai dari kelompok bermain hingga sekolah dasar. Momentum Hari Kartini dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sejarah sejak dini.

“Yang banyak pengunjung anak-anak sekolah. Mayoritas terutama kelompok bermain, TK dan SD,” jelasnya.

Museum yang menyimpan jejak kehidupan Raden Ajeng Kartini ini memiliki ratusan koleksi bersejarah. Tercatat sebanyak 224 koleksi menjadi daya tarik utama bagi pengunjung.

Beberapa koleksi ikonik yang dipamerkan antara lain kebaya asli Kartini, tulisan tangan, bothekan, kotak hias, tafsir Alquran, hingga buku Door Duisternis tot Licht yang menjadi karya terkenalnya.

Tak hanya koleksi, nilai historis bangunan museum juga menjadi magnet tersendiri. Bangunan tersebut dulunya merupakan rumah dinas suami Kartini, Raden Adipati Joyodiningrat, yang ditempati selama masa hidup Kartini di Rembang.

“Bangunan museum ini dulu rumah dinas suami RA Kartini, yang didiami beliau selama 10 bulan di Rembang,” pungkasnya.

Peningkatan kunjungan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat, khususnya pelajar, dalam mengenal sejarah dan nilai perjuangan Kartini, sekaligus menegaskan peran museum sebagai ruang edukasi yang tetap relevan hingga kini. (Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *