BeritaSemarang

Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Tegaskan Penanganan Rob Harus Terpadu dan Berkelanjutan

Avatar photo
×

Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Tegaskan Penanganan Rob Harus Terpadu dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh. (Istimewa).

Semarang, Harianpantura.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, kembali menegaskan pentingnya penanganan banjir rob di wilayah pesisir Jawa Tengah dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan. Menurutnya, fenomena rob yang kerap melanda daerah pesisir seperti Pekalongan, Semarang, dan Demak bukan hanya masalah musiman, melainkan ancaman serius yang memerlukan perhatian dan tindakan cepat dari berbagai pihak.

“Penanganan rob di Jawa Tengah bukan hanya soal membangun infrastruktur fisik seperti rumah pompa dan tanggul, tapi juga harus melibatkan upaya alami seperti penanaman mangrove yang berfungsi sebagai benteng alami pesisir,” ujar Mohammad Saleh dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi pada Kamis (5/6/2025).

Ia menambahkan bahwa mangrove tidak hanya menahan lumpur dan pasir, tetapi juga membantu menjaga ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi ekonomi dan pariwisata.

Mohammad Saleh menjelaskan, percepatan pembangunan rumah pompa di daerah rawan rob menjadi prioritas utama. Namun, ia mengakui masih ada kendala teknis, seperti kerusakan kabel pompa yang harus didatangkan dari luar negeri, sehingga perlu dukungan pemerintah pusat agar proses perbaikan dan pembangunan berjalan lancar.

Selain itu, normalisasi sungai dan revitalisasi tanggul juga sangat penting agar aliran air rob dapat kembali lancar ke laut dan tidak menimbulkan genangan berkepanjangan.

“Peninggian badan jalan di titik-titik kritis serta perbaikan drainase juga menjadi bagian dari solusi agar infrastruktur tetap tahan terhadap genangan air rob yang korosif,” tambahnya.

Hal ini penting mengingat banyak jalan di pesisir Jawa Tengah yang sering terendam air rob sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian lokal.

Selain pembangunan infrastruktur, Mohammad Saleh menyoroti pentingnya pengendalian eksploitasi air tanah.

“Penurunan muka tanah akibat pengambilan air tanah yang berlebihan menjadi salah satu penyebab utama makin parahnya rob di pesisir,” ujarnya.

Oleh karena itu, pengelolaan sumber daya air harus dilakukan dengan bijak dan terintegrasi agar tidak memperburuk kondisi lingkungan.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah ini juga menekankan bahwa penanganan rob harus melibatkan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah pusat.

“Kami mendorong koordinasi yang kuat agar penanganan rob dapat berjalan efektif dan berkelanjutan. Bantuan anggaran dan dukungan teknis dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan program mitigasi,” jelas Mohammad Saleh.

Ia menambahkan, pendekatan berbasis data ilmiah dan teknologi modern juga harus diterapkan agar solusi yang diambil tepat sasaran dan berdampak jangka panjang.

“Dengan komitmen dan kerja sama semua pihak, kami optimis dalam 10 tahun ke depan wilayah pesisir Jawa Tengah dapat terbebas dari ancaman banjir rob yang selama ini merugikan masyarakat,” pungkasnya. (Adv)

 

 

Pencarian Otomatis di Situs + Excel

🔍 Pencarian Otomatis di Situs + Ekspor Excel



JudulLink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian YouTube ke Excel

Cari Video di Channel YouTube & Download Excel

JudulLink