Semarang, Harianpantura.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menyambut baik capaian 32 pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah atas laporan keuangan tahun 2024. Menurutnya, pencapaian ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mengelola keuangan secara transparan dan akuntabel.
“Meraih opini WTP bukan hal mudah. Ini bukti nyata bahwa pengelolaan keuangan daerah sudah dilakukan dengan baik dan sesuai standar akuntansi yang berlaku,” ujar Mohammad Saleh, Sabtu (7/6/2025).
Saleh menambahkan, meskipun sudah mendapatkan WTP, pemerintah daerah tidak boleh berpuas diri.
“Kita harus terus memperbaiki dan menjaga kualitas pengelolaan keuangan agar semakin transparan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” katanya.
Politisi Partai Golkar ini juga menekankan pentingnya peran DPRD dalam mengawasi penggunaan anggaran daerah. “DPRD harus aktif mengawasi agar anggaran yang dikelola benar-benar berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Mohammad Saleh, keberhasilan ini juga tidak lepas dari sinergi yang baik antara pemerintah daerah dengan BPK.
“Kerja sama yang solid antara eksekutif, legislatif, dan BPK menjadi kunci utama meraih opini WTP,” jelasnya.
Sebagai Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh berkomitmen mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan tata kelola keuangan yang bersih dan transparan.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui, sebanyak 32 pemerintah kabupaten/kota di Jawa Tengah mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas penyusunan laporan keuangan tahun 2024. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dilakukan oleh Kepala BPK Perwakilan Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, kepada para kepala daerah di Gedung BPK Perwakilan Jawa Tengah, Semarang, pada 5 Juni 2025. (Adv)




















































