BeritaSemarang

Banyak Lulusan SMK Nganggur, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Evaluasi Kurikulum

Avatar photo
×

Banyak Lulusan SMK Nganggur, Wakil Ketua DPRD Jateng Minta Pemerintah Evaluasi Kurikulum

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh. (Istimewa)

Semarang, Harianpantura.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, angkat suara menanggapi tingginya angka pengangguran yang saat ini didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Menurutnya, fenomena ini sangat ironis dan harus segera menjadi perhatian serius semua pihak.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2025, tercatat sebanyak 950 ribu warga Jawa Tengah menganggur. Dari jumlah tersebut, lulusan SMK menyumbang tingkat pengangguran tertinggi, yakni 6,83 persen. Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan lulusan universitas yang mencapai 5,44 persen, serta lulusan jenjang pendidikan lainnya.

Mohammad Saleh menilai kegagalan program link and match menjadi salah satu penyebab utama masalah ini. Program yang seharusnya menyelaraskan kurikulum pendidikan SMK dengan kebutuhan industri belum berjalan efektif.

“Ini menunjukkan gagalnya implementasi program link and match dan program magang kerja industri bagi anak-anak SMK yang tidak terencana dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saleh menegaskan bahwa lulusan SMK seharusnya sudah siap kerja. Namun kenyataannya, banyak dari mereka tidak memiliki keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja saat ini.

“Ini menunjukkan ada yang salah dengan sistem pendidikannya,” tambahnya.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah ini juga menyoroti minimnya koordinasi antara institusi pendidikan, pemerintah daerah, dan sektor industri dalam merancang kurikulum vokasi. Banyak materi yang diajarkan di SMK dianggap sudah usang dan tidak sesuai perkembangan zaman, sehingga lulusan kesulitan bersaing di dunia kerja.

“Ini sangat ironis, sehingga kurikulum perlu dievaluasi. Kita perlu kurikulum yang berorientasi pada industri 4.0, seperti teknologi digital dan otomasi, serta program magang yang terarah,” tegasnya.

Mohammad Saleh meminta pemerintah untuk segera membentuk tim khusus guna mengevaluasi dan memperbarui kurikulum SMK. Menurutnya, tanpa perubahan signifikan, tingginya angka pengangguran lulusan SMK berpotensi menimbulkan masalah sosial dan ekonomi yang lebih besar di masa depan.

Sebagai gambaran, dari total 21,87 juta angkatan kerja di Jawa Tengah, sebanyak 950 ribu orang tercatat menganggur. Selain lulusan SMK, tingkat pengangguran terbuka juga tercatat sebesar 5,44 persen untuk lulusan universitas, 4,63 persen untuk lulusan SMP, 4,06 persen untuk lulusan SMA umum, 3,16 persen untuk lulusan SD, dan 2,55 persen untuk lulusan diploma. (Adv)

Pencarian Otomatis di Situs + Excel

🔍 Pencarian Otomatis di Situs + Ekspor Excel



JudulLink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian YouTube ke Excel

Cari Video di Channel YouTube & Download Excel

JudulLink