BeritaSosial

Pemprov Jateng Cairkan Rp277 Miliar Insentif untuk 230 Ribu Guru Agama

Avatar photo
×

Pemprov Jateng Cairkan Rp277 Miliar Insentif untuk 230 Ribu Guru Agama

Sebarkan artikel ini

Semarang, Harianpantura.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelontorkan anggaran ratusan miliar rupiah untuk mendukung kesejahteraan guru agama dan pengembangan pendidikan pesantren sepanjang 2025. Total sebanyak 230.830 guru agama Islam menerima insentif masing-masing Rp1,2 juta dengan total anggaran mencapai Rp277 miliar.

Pelaksana Tugas Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Provinsi Jawa Tengah, Gunawan Sudharsono, menjelaskan bahwa seluruh dana insentif tersebut telah dicairkan pada tahun ini dan akan kembali dilanjutkan pada 2026.

“Untuk tahun 2025, semua anggaran tersebut sudah kita cairkan semua, dan akan kita lanjutkan pada tahun 2026,” ujarnya di Semarang, Sabtu.

Selain insentif guru agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menjalankan dua program lain untuk kalangan pesantren, yakni bisyaroh (tali asih) bagi santri penghafal Al Quran serta beasiswa untuk santri dan pengasuh pesantren.

Program tali asih bagi 2.000 santri penghafal Al Quran pada 2025 sebagian besar telah tersalurkan. Setiap penerima memperoleh Rp1 juta. Program ini direncanakan berlanjut dengan jumlah penerima yang sama pada periode berikutnya.

Sementara itu, program beasiswa bagi santri dan pengasuh pesantren mulai berjalan pada 2026, diawali dengan proses pendaftaran. Pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,8 miliar untuk 90 penerima yang akan melanjutkan pendidikan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Ketua Tim Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah, Ali Ansori, menambahkan bahwa penyaluran insentif guru agama dan bisyaroh santri penghafal Al Quran dilakukan melalui lembaganya dengan skema hibah.

Menurutnya, program insentif, bisyaroh, serta beasiswa tersebut menjadi bagian dari komitmen Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin dalam memperkuat fondasi moral dan keilmuan warga pesantren di Jawa Tengah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *