BeritaDemakEkonomi

Wagub Jateng Optimistis Demak Jadi Lumbung Pangan

Avatar photo
×

Wagub Jateng Optimistis Demak Jadi Lumbung Pangan

Sebarkan artikel ini
Pertanian di Rembang. (Istimewa)

Demak, Harianpantura.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen optimistis Kabupaten Demak mampu menjadi lumbung pangan provinsi. Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan “Wiwitan Tandur Pari” di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Demak, Rabu (27/8/2025).

“Awalnya Demak berada di peringkat ketiga penyumbang pangan Jawa Tengah, sempat turun ke posisi lima. Namun, dengan potensi yang ada, kami optimistis Demak bisa kembali ke peringkat tiga bahkan menjadi nomor satu. Dengan sinergi semua pihak, Insya Allah bisa tercapai,” ujarnya.

Kontribusi Demak terhadap produksi padi Jawa Tengah pada 2024 tercatat 6,70 persen. Angka tersebut naik menjadi 8,89 persen pada periode Januari–Juli 2025, setara 1,41 persen produksi nasional.

Taj Yasin menegaskan, dukungan berbagai pihak sangat penting agar kontribusi Demak meningkat. Ia juga mengapresiasi Pemkab Demak, Bank Indonesia, dan masyarakat yang telah membantu mengatasi banjir di lahan pertanian.

“Terimakasih sudah dibantu normalisasi (sungai). Tapi kalau sudah dikeruk sungai yang di sini, sampai desa sebelah harus dinormalisasi. Mumpung ini menuju musim kemarau, kemarin musim hujan baru nandur sebentar langsung banjir lagi,” katanya.

Ia meminta agar normalisasi irigasi diperluas ke wilayah tetangga, termasuk perbaikan pintu air dan betonisasi jalan sepanjang 700 meter. Selain itu, koordinasi lintas sektor dengan BBWS, Dinas PU, BPS, dan instansi terkait dinilai penting agar pemulihan 512 hektare sawah terdampak banjir bisa optimal.

Wakil Bupati Demak Muhammad Badruddin menyatakan pemerintah daerah terus berupaya menjadikan Demak sebagai lumbung pangan. Dukungan lintas sektor, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian Pemprov Jateng, Bank Indonesia, BBWS Pemali–Juana, dan Pertamina Patraniaga dalam penanganan sedimentasi di Kali Tengah,” ujarnya.

Badruddin menyebut, pengerukan sedimentasi membuat 227 hektare sawah kembali bisa ditanami dan 223 hektare siap tanam. Total 450 hektare dari 512 hektare lahan kini dapat dimanfaatkan di empat desa, yakni Dukun, Klitih, Pidodo, dan Kedunguter.

Pemkab, lanjutnya, berkomitmen memperluas program penanganan sedimentasi di titik-titik irigasi lain agar produksi padi meningkat.

“Dengan begitu, Demak bisa benar-benar menjadi lumbung pangan provinsi maupun nasional, sekaligus mendukung cita-cita Presiden untuk mewujudkan swasembada pangan,” tegasnya. (Red)

Pencarian Otomatis di Situs + Excel

🔍 Pencarian Otomatis di Situs + Ekspor Excel



JudulLink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian YouTube ke Excel

Cari Video di Channel YouTube & Download Excel

JudulLink