Semarang, Harianpantura.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menegaskan pentingnya peran kampus dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam bidang infrastruktur dan ketahanan pangan. Hal ini disampaikan dalam talkshow bertajuk “Peran Kampus untuk Pembangunan Jawa Tengah” yang disiarkan langsung dari Gedung Rektorat UNDIP melalui kanal YouTube 977 Top Radio, Jumat (11/7/2025).
Menurut Mohammad Saleh, fungsi DPRD yang utama adalah penganggaran dan pengawasan, sehingga komunikasi yang baik antara legislatif, eksekutif, dan perguruan tinggi sangat diperlukan untuk menyukseskan program pembangunan. Ia mencontohkan program infrastruktur yang menjadi prioritas tahun ini, terutama di wilayah Pantura, yang sempat terhambat akibat alokasi anggaran yang tersedot untuk penanganan Covid-19 dan dampak pasca pandemi.
“Kalau kita bisa mendapatkan informasi lebih awal dari pemerintah provinsi, misalnya program infrastruktur Pak Lutfi tahun ini, tentu kami bisa lebih optimal dalam penganggaran dan pengawasan,” ujar Mohammad Saleh.
Dalam hal ini, menurut Saleh, pentingnya kolaborasi antara DPRD, Pemprov, dan UNDIP sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kapasitas riset untuk mengembangkan solusi inovatif bagi permasalahan daerah.
“Kami punya Badan Riset dan Inovasi Daerah (Berida), tapi tanpa sinergi dengan kampus seperti UNDIP, potensi riset itu tidak akan maksimal. Kolaborasi inilah yang menjadi kunci agar inovasi dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tahun depan fokus pembangunan akan bergeser ke ketahanan pangan. Dalam hal ini, peran UNDIP sebagai kampus riset sangat strategis, terutama dengan teknologi dan penelitian yang sudah pernah dilakukan, seperti teknologi dan inovasi D’Ozone yang dapat memperpanjang umur sayuran serta teknologi pasca panen lainnya.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi padi dan jagung, tapi juga teknologi pengolahan dan pengawetan hasil pertanian. Kami berharap Undip bisa menyampaikan produk-produk teknologi tersebut agar bisa didukung dan dikembangkan bersama pemerintah,” tambahnya.
Saleh juga menyoroti tantangan ketahanan pangan di Jawa Tengah, terutama dampak intrusi air laut yang menyebabkan sawah di beberapa daerah seperti Pekalongan tidak lagi produktif. Melalui teknologi pertanian yang dikembangkan UNDIP, seperti varietas padi tahan air payau dan budidaya ikan nilas salin, petani diharapkan dapat kembali produktif dan mengatasi masalah degradasi lahan.
“Teknologi tepat guna yang terjangkau, seperti JNC Wall dan balet, sangat membantu. Dengan dukungan anggaran sekitar 200 miliar, Pemprov bisa segera mengimplementasikan teknologi ini tanpa harus menunggu dana pusat,” jelas Saleh.
Talkshow ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat inovasi yang mampu memberikan solusi konkret bagi pembangunan daerah. Sinergi antara kampus, legislatif, dan eksekutif diharapkan mampu mendorong Jawa Tengah menuju kemajuan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.
“Dengan kerja sama yang solid, saya optimis Jawa Tengah akan semakin maju dan mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan,” tutup Mohammad Saleh.
Mohammad Saleh juga menekankan pentingnya fungsi pengawasan DPRD selama proses pelaksanaan program pembangunan. Jika terdapat kekurangan atau evaluasi yang diperlukan, DPRD siap memberikan masukan agar program berjalan dengan efektif dan tepat sasaran. (Adv)




















































