BeritaSemarang

Hari Koperasi, Mohammad Saleh Tekankan Peran Strategis Koperasi dalam Pembangunan Desa

Avatar photo
×

Hari Koperasi, Mohammad Saleh Tekankan Peran Strategis Koperasi dalam Pembangunan Desa

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh. (Istimewa).

Semarang, Harianpantura.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan perhatian besar pada momentum Hari Koperasi sebagai momen strategis untuk menguatkan peran koperasi dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya di pedesaan.

Dalam keterangannya, Saleh menegaskan bahwa Koperasi Desa Merah Putih, sebuah inisiatif yang digagas Presiden Prabowo Subianto, menjadi fondasi utama dalam pemulihan ekonomi pedesaan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Jawa Tengah.

Menurut Mohammad Saleh, koperasi ini dibangun dengan prinsip partisipatif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat desa melalui forum musyawarah desa.

“Pengurus koperasi dipilih langsung oleh warga, dan peran kepala desa hanya sebagai Penasihat Pengawas ex-officio, bukan pengambil keputusan operasional. Ini penting agar koperasi tidak dikuasai oleh keluarga kepala desa dan benar-benar mencerminkan prinsip dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat,” jelasnya.

Jawa Tengah saat ini menjadi provinsi dengan jumlah Koperasi Merah Putih terbanyak di Indonesia, mencapai 4.000 unit. Saleh optimis koperasi ini mampu membuka lebih dari 2 juta lapangan kerja bagi generasi muda pedesaan, sekaligus menekan angka urbanisasi yang selama ini menjadi tantangan pembangunan daerah.

“Koperasi Merah Putih bukan sekadar koperasi konvensional, melainkan sebuah ekosistem ekonomi yang mengintegrasikan rantai pasok pertanian mulai dari budidaya, distribusi, hingga pemasaran berbasis digital,” ujarnya.

Saleh juga menegaskan bahwa kehadiran Koperasi Merah Putih tidak menggantikan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) atau koperasi yang sudah ada, melainkan menjadi mitra sinergis yang menyesuaikan model pengelolaan dengan potensi dan kebutuhan lokal. Contohnya, di Kabupaten Grobogan koperasi fokus pada pengolahan jagung, sementara di Brebes mengoptimalkan perkebunan tembakau.

Untuk mendorong kemandirian ekonomi, program ini juga menyertakan pelatihan kewirausahaan bagi pemuda desa, pemanfaatan lahan tidur melalui kerja sama dengan petani, serta inovasi pemasaran digital.

“Kami telah meluncurkan platform e-market khusus produk pertanian desa yang terhubung langsung dengan pasar nasional,” tambahnya.

Selain itu, Mohammad Saleh menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan sebagai prioritas strategis pembangunan daerah Jawa Tengah. Ia menyatakan bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal ketersediaan bahan pangan, tetapi juga terkait penguatan sumber daya manusia dan perlindungan lahan produktif.

“Petani, penyuluh, dan pelaku pertanian harus dibekali pengetahuan dan keterampilan agar produksi pertanian berkelanjutan dan berkualitas,” katanya.

Menurut Saleh, Jawa Tengah memiliki potensi besar menjadi penyangga industri nasional, khususnya yang berbasis agroindustri. Oleh karena itu, pengembangan sektor pertanian harus diarahkan tidak hanya pada produksi bahan mentah, tetapi juga hilirisasi dan inovasi teknologi pertanian.

Dalam konteks Hari Koperasi, Mohammad Saleh mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mendukung pengembangan koperasi sebagai solusi strategis dalam memperkuat ekonomi rakyat di Jawa Tengah.

“Dengan semangat gotong royong, kami yakin Jawa Tengah bisa menjadi pelopor transformasi ekonomi desa yang berkeadilan dan berkelanjutan. Kesejahteraan masyarakat desa akan meningkat seiring penguatan ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional,” pungkasnya. (Adv)

 

 

Pencarian Otomatis di Situs + Excel

🔍 Pencarian Otomatis di Situs + Ekspor Excel



JudulLink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian YouTube ke Excel

Cari Video di Channel YouTube & Download Excel

JudulLink