Jakarta, Harianpantura.com – Sebanyak 160 guru Sekolah Rakyat memilih mundur. Kementerian Sosial (Kemensos) pun kini tengah memproses penggantinya.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, pengganti akan diambil dari lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum mendapatkan penempatan.
“Kita sudah proses dan insya Allah penggantinya sudah ada,” ujar Gus Ipul, dikutip dari Antara.
Ia menyebutkan, alasan utama para guru mengundurkan diri karena penempatan lokasi tugas yang terlalu jauh dari domisili mereka. Meski begitu, pihaknya menghargai keputusan tersebut.
“Kita sudah proses kembali untuk membuka kesempatan kepada yang lain, karena masih ada ribuan guru yang belum penempatan, terutama mereka yang sudah proses mengikuti pendidikan profesi guru,” jelasnya.
Sekolah Rakyat sendiri baru berjalan selama dua pekan dan kini masih dalam tahap pembenahan. Pemerintah terus melakukan evaluasi dan perbaikan, termasuk membuka titik-titik baru mulai akhir Juli 2025.
“Kita terus perbaiki kekurangan-kekurangannya dengan kolaborasi antarkementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah,” kata Gus Ipul.
Ia menambahkan, pihaknya memantau perkembangan program ini selama 24 jam penuh. Upaya perbaikan juga mencakup penambahan tenaga kependidikan lainnya seperti wali asrama dan wali asuh.
“Kami juga setiap hari terus mengikuti perkembangannya selama 24 jam, untuk menambah misalnya tenaga kependidikan yang lain, wali asrama, wali asuh yang sekarang semakin sedikit kekurangannya, jadi ini terus kita sempurnakan,” pungkasnya. (Red)





















































