Rembang, Harianpantura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menggelar Musrenbang (Musyawarah Rencana Pembangunan) di kecamatan Pancur pada Rabu (12/3/2025).
Sejumlah usulan pembangunan, muncul dalam forum ini. Diantara yang mendapatkan sorotan ialah usulan untuk membangun SMA dan Pasar Rakyat.
Sebagaimana diketahui, Pancur merupakan salah satu kecamatan yang tidak memiliki SMA dan Pasar. Warganya harus pergi ke Lasem atau Pamotan untuk mengakses dua layanan dasar tersebut.
Usulan untuk membangun Pasar Rakyat dan sekolah setingkat SMA, muncul dari Nuryanto, Kepala Desa Pandan.
“Saya sudah sejak lama menyuarakan hal ini. Kecamatan Pancur harus punya SMA dan Pasar. Sejak 2014, tetapi sampai saat ini belum terealisasi,” ungkap Nuryanto.
Respon dan jaawaban, datang dari perwakilan OPD terkait.
Kepala Dinas Pendidikan, Sutrisno merespon usulan mendirikan SMA di Pancur.
“Kewenangan mendirikan sekolah ditingkat SLTA, sebetulnya ada di provinsi. Namun menjadi kewajiban Pemkab, nanti usulan akan tetap ditindaklanjuti. Ada dua kemungkinan pendirian sekolah. Sekolah negeri atau swasta. Kalau sekolah swasta, monggo dengan saya. Saya siap bantu. Minimal tersedia tanah 5000 m2. Lalu harus punya minimal 5 gedung,” jelas Sutrisno.
Sementara itu, Puji Santoso, Anggota DPRD Rembang komisi IV, turut memberikan tanggapan atas jalannya diskusi.
“Pancur seakan-akan menjadi kecamatan yang tertinggal. Kita ingin Pancur bisa seperti kecamatan yang lain. Saya berharap Bappeda mencatat hal ini, untuk segera memproses usulan ini. Jangan setiap tahun kita begini, hanya omon-omon saja, tidak ada realisasinya,” tegas Puji Santoso.
Lebih lanjut Puji Santoso menyinggung tanah di desa Wuwur yang dapat dijadikan lokasi Pasar. Ia juga mengatakan siap untuk mengawal dan mendampingi pihak desa.
“Saya kira tanah di desa wuwur sangat strategis untuk dijadikan lokasi Pasar. Pak Lurah tolong hal ini untuk menjadi atensi. Saya siap mengawal prosesnya,” pungkasnya.
Musrenbangcam Pancur dihadiri oleh Asisten Pemerintahan Agus Salim, perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), anggota DPRD dapil Pancur-Lasem, seluruh kepala desa di Kecamatan Pancur, serta tokoh masyarakat. Forum ini bertujuan menyusun rencana pembangunan tahunan daerah serta merumuskan prioritas pembangunan. (Bas)




















































