Blora, Harianpantura.com – Polisi terus menyelidiki kasus kecelakaan kerja yang menewaskan 4 pekerja dan melukai 9 orang lainnya di proyek pengembangan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Blora.
Hingga saat ini, Polres Blora telah memeriksa sekitar 11 orang saksi terkait kecelakaan kerja di proyek pengembangan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Saksi-saksi tersebut terdiri dari pekerja dan pihak-pihak terkait dengan proyek pembangunan tersebut.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, mengungkapkan bahwa timnya bekerja sama dengan laboratorium forensik Polda Jateng untuk melakukan penyelidikan lanjutan di lokasi kejadian, termasuk membongkar mesin lift crane yang menyebabkan kecelakaan tersebut.
“Jadi pada olah TKP hari ini, dari Satreskrim polres Blora dibackup dari tim Labfor Polda Jateng melakukan olah TKP lanjutan dengan agenda hari ini membongkar mesin lift crane,” ucap dia saat ditemui wartawan di lokasi, Desa Seso, Kecamatan Jepon, Senin (10/2/2025).
Menurut Kapolres Blora, beberapa barang bukti akan dibawa ke Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jateng untuk dianalisis lebih lanjut. Dengan demikian, diharapkan dapat mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.
“Belum dapat dipastikan siapa yang bertanggung jawab atau salah dalam insiden ini,” tambahnya. (Syae)




















































