Rembang, Harianpantura.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Rembang Raya secara resmi menyatakan sikap untuk tidak ikut serta dalam gelombang aksi demonstrasi yang tengah berlangsung di beberapa wilayah Indonesia.
Mewakili HMI se-Rembang Raya, Shofi Muzakka, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kehati-hatian agar kader HMI tetap terjaga keselamatannya serta untuk menjaga situasi Rembang tetap aman.
“Melihat kondisi yang sudah tidak kondusif pada kegiatan aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai kota, maka kami mempertimbangkan instruksi dari pengurus HMI BADKO Jateng-DIY untuk menahan diri dan tidak melakukan demonstrasi terlebih dahulu, demi menjaga keselamatan kader HMI dan kondusivitas Kabupaten Rembang dalam menghindari potensi kerusuhan aksi massa,” ujarnya, Senin (1/9/2025).
Keputusan tidak ikut aksi demonstrasi sebelumnya juga sudah dituangkan dalam pernyataan sikap bernomor 15/A/Sek/08/1447, ditandatangani oleh Formatur Ketum Komisariat Cheng Ho Ahmad Lazim, Ketum Komisariat (P) Lafran Pane Sinta Nuryatul Husna, dan Formatur Ketum Komisariat (P) Al-Anwar M. Adam Khariri, tertanggal 1 September 2025.
Dalam pernyaraan sikap tersebut, HMI se-Rembang Raya menilai bahwa demonstrasi yang awalnya dipahami sebagai bagian dari dinamika demokrasi kini telah bergeser menjadi aksi yang tidak terkendali. Sejumlah daerah bahkan dilaporkan mengalami kerusuhan, perusakan fasilitas publik, hingga penjarahan yang menimbulkan keresahan masyarakat.
“Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran makna dari demonstrasi sebagai instrumen moral dan intelektual, menjadi praktik destruktif yang justru merugikan kepentingan masyarakat luas,” demikian tertulis dalam pernyataan sikap tersebut.
HMI Rembang Raya juga menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan kekuatan moral dengan cara-cara akademis. Kritik konstruktif akan dilakukan melalui kajian ilmiah, diskusi publik, dan penerbitan rekomendasi kebijakan.
Selain itu, HMI Rembang Raya akan mendorong dialog kebangsaan dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan. Organisasi ini juga berkomitmen untuk tetap mengawal kepentingan umat dan bangsa secara independen, konstitusional, dan bermartabat.
Dalam penutup pernyataannya, HMI Rembang Raya menegaskan bahwa sikap menahan diri dari demonstrasi bukanlah bentuk apatisme, melainkan pilihan strategis untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa dan melindungi kepentingan masyarakat.
“HMI Rembang Raya mengajak seluruh kader, alumni, serta elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas daerah, meningkatkan literasi politik, serta bersama-sama memperjuangkan keadilan sosial dengan mengutamakan rasionalitas, etika, dan kepentingan bangsa,” demikian ditegaskan. (Red)




















































