Jakarta, Harianpantura.com – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengeluhkan sangat sulitnya membenahi wilayah Jawa Tengah. Hal itu disampaikannya saat rapat antara sejumlah gubernur dan Komisi II DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (30/4/2025).
Dalam kesempatan itu, Luthfi juga menyebut bahwa dirinya bukan Nabi Musa yang bisa langsung mengubah keadaan.
“Kami sudah menjabat sebagai gubernur selama 70 hari, dan kami bukan Nabi Musa bisa langsung mengubah suatu keadaan,” ujar Luthfi.
Menurutnya, salah satu masalah utama dan menjadi fokus dirinya dalam menata Jawa Tengah adalah pengentasan kemiskinan.
Berdasarkan keterangannya, saat ini penduduk Jateng yang masuk kategori miskin sangat tinggi, yakni mencapai 9,58 juta orang.
“Hampir 9,58 (juta) yang di antara Jawa lain, miskinnya Jawa Tengah nomor 1. Kita menang hanya sama Jogja,” ujar dia.
Sehingga, menurutnya ini menjadi tantangan tersendiri. Dirinya berkomitmen untuk mewujudkan Jawa Tengah lebih maju.
“Jawa Tengah harus maju, keberlanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” kata dia.
Oleh karena itu, dirinya menargetkan dalam lima tahun ke depan ekonomi Jateng bertumbuh pesat, dengan menjadi lumbung pangan nasional.
“Maju yang kita maksudkan adalah kita harus memiliki daya ungkit dalam rangka bersaing bagaimana Jawa Tengah menjadi lumbung pangan nasional, dalam rangka menumpuk industri nasional,” ujarnya. (Red)




















































