Jakarta, Harianpantura.com – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan latihan dasar kemiliteran (latsarmil) Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) setelah tiga peserta meninggal dunia saat mengikuti pelatihan.
Dave menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya para peserta dan menegaskan bahwa setiap masukan terkait penyelenggaraan program harus dijadikan bahan perbaikan.
“Bilamana harus ada yang diperbaiki atau diubah, itu merupakan masukan yang harus diterima untuk menyempurnakan program tersebut sehingga program yang dibuat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat ini benar-benar dapat berjalan dengan baik,” kata Dave di Gedung DPR RI, Jakarta, kemarin.
Menurut dia, pelaksanaan SPPI bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebelumnya telah diawali dengan asesmen kesehatan terhadap seluruh peserta. Meski demikian, evaluasi tetap diperlukan agar pelaksanaan latsarmil ke depan lebih aman.
Dave menilai pelatihan dasar kemiliteran memang dirancang dengan tuntutan fisik tertentu sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan peserta.
“Pelatihan ini sangat dasar. Akan tetapi, memang harus didesain untuk dilaksanakan kepada mereka yang memiliki kondisi fisik tertentu. Hal itu harus menjadi masukan agar bisa terus diperbaiki dan disempurnakan ke depannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengonfirmasi satu lagi peserta SPPI calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Novia Rahmadhani Sihotang, meninggal dunia saat mengikuti pendidikan latsarmil di Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Novia sempat mengalami gangguan kesehatan pada Senin (22/6) dan dirujuk ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan perawatan intensif. Namun, kondisinya terus menurun hingga dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (23/6).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, kondisi kesehatan yang dialami berkaitan dengan penyakit Tuberkulosis (TB),” kata Rico.
Novia menjadi peserta ketiga yang meninggal selama mengikuti latsarmil SPPI. Sebelumnya, Anisa Muyassaroh meninggal akibat heat stroke saat menjalani pelatihan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan. Sementara Yonanda Muhammad Taufiq meninggal dunia akibat cardiac arrest atau henti jantung setelah mengalami penurunan kondisi fisik saat mengikuti pendidikan di Satdik Pusat Latihan Tempur Kodiklatad Baturaja. (Red)



















































