Semarang, Harianpantura.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan sekitar 1.000 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun 2026. Sebagian besar formasi tersebut diprioritaskan bagi tenaga kesehatan, terutama dokter spesialis dan perawat, guna mengatasi masih tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan di berbagai daerah.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan sektor kesehatan menjadi prioritas karena kebutuhan tenaga medis masih belum terpenuhi, khususnya di rumah sakit milik pemerintah daerah.
“Yang diajukan tahun ini sekitar 1.000 formasi, mayoritas tenaga kesehatan,” kata Sumarno usai mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi pada Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional di Grhadika Bakti Praja, Semarang, Kamis (25/6/2026).
Menurut Sumarno, usulan tersebut masih menunggu persetujuan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Ia mengakui, selama ini jumlah formasi yang disetujui pemerintah pusat kerap tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan yang diajukan pemerintah daerah.
Ia menjelaskan, hampir seluruh sektor pelayanan publik di lingkungan Pemprov Jawa Tengah masih memerlukan tambahan aparatur. Namun, pemenuhan tenaga kesehatan menjadi kebutuhan paling mendesak mengingat tingginya permintaan layanan kesehatan masyarakat.
Selain kekurangan perawat, Jawa Tengah juga masih menghadapi keterbatasan dokter spesialis di sejumlah rumah sakit daerah. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada optimalisasi layanan kesehatan rujukan, sehingga penambahan tenaga dokter spesialis menjadi salah satu fokus dalam usulan CPNS tahun depan.
Dalam kesempatan yang sama, Sumarno melantik dan mengambil sumpah jabatan 231 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Pelantikan dilaksanakan secara luring dan daring sebagai bagian dari penguatan kapasitas aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jateng. (Hms)



















































