BeritaInfrastruktur

Rencana Giant Sea Wall Pantura Jateng Capai 274,7 Km, Tahap Awal Dibangun di Semarang Raya

Avatar photo
×

Rencana Giant Sea Wall Pantura Jateng Capai 274,7 Km, Tahap Awal Dibangun di Semarang Raya

Sebarkan artikel ini
Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan Asha, saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur, Selasa (3/3/2026). (Istimewa)

Semarang, Harianpantura.com – Pembangunan tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall di wilayah pantai utara (Pantura) Jawa Tengah direncanakan memiliki panjang mencapai 274,7 kilometer. Proyek tersebut menjadi pembangunan tanggul laut terpanjang di sepanjang Pantura Pulau Jawa.

Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan Asha mengatakan, wilayah Jawa Tengah menjadi prioritas karena memiliki tingkat kejadian rob yang cukup tinggi dibandingkan daerah lain di Pantura.

“Pembangunan tanggul laut di Jawa Tengah ini menjadi yang paling panjang, karena wilayah ini juga mengalami rob paling banyak,” ujar Didit saat audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026).

Menurut Didit, proyek tersebut akan membentang di sejumlah wilayah Pantura Jawa Tengah, mulai dari Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati hingga Rembang.

Ia menjelaskan, pembangunan tanggul laut ini memiliki sejumlah tujuan strategis, di antaranya untuk menekan laju penurunan muka tanah (land subsidence), mengurangi dampak bencana hidrometeorologi, mengantisipasi krisis air, serta meminimalkan potensi kerugian ekonomi masyarakat di kawasan pesisir.

Untuk tahap awal, pembangunan Giant Sea Wall akan difokuskan di wilayah Semarang dan sekitarnya, yang meliputi Kendal, Kota Semarang, hingga Demak dengan panjang sekitar 33,5 kilometer. Perencanaan teknis proyek tersebut nantinya akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah daerah serta melibatkan perguruan tinggi.

Selanjutnya, pembangunan akan dilanjutkan pada segmen Brebes–Tegal–Pemalang–Pekalongan dengan panjang sekitar 105 kilometer. Sementara itu, untuk wilayah Pati hingga Rembang direncanakan memiliki panjang tanggul sekitar 74,3 kilometer.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut positif rencana pembangunan tanggul laut tersebut. Menurutnya, wilayah Jawa Tengah memiliki karakteristik daerah yang rawan terhadap bencana seperti rob, banjir, dan longsor.

Ia juga menyebutkan bahwa penurunan muka tanah di beberapa wilayah Jawa Tengah setiap tahunnya mencapai sekitar 8 hingga 11 sentimeter.

Luthfi menilai pembangunan Giant Sea Wall merupakan langkah penting yang selama ini dinantikan masyarakat untuk mengatasi persoalan rob di kawasan Pantura.

“Giant Sea Wall ini memang yang selalu kita tunggu untuk menyelesaikan persoalan rob,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tanggul laut tersebut perlu diselaraskan dengan konsep tol laut yang sudah dikembangkan di Kota Semarang agar penanganan kawasan pesisir dapat berjalan secara terpadu. (Hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *