Berita

Ancaman Perang Informasi Jadi Sorotan, Azis Subekti Ingatkan Bahaya Cognitive Warfare

Avatar photo
×

Ancaman Perang Informasi Jadi Sorotan, Azis Subekti Ingatkan Bahaya Cognitive Warfare

Sebarkan artikel ini
Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif yang digelar Bawaslu Kabupaten Wonosobo di Dewani View Resto & Cafe, Sabtu (27/9/2025). (Istimewa)

Wonosobo, Harianpantura.com – Ancaman perang informasi di era digital menjadi perhatian serius Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Azis Subekti. Dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Pengawasan Partisipatif yang digelar Bawaslu Kabupaten Wonosobo di Dewani View Resto & Cafe, Sabtu (27/9/2025), Azis menegaskan Indonesia harus siap menghadapi serangan informasi yang semakin kompleks.

“Kita belum siap menghadapi information warfare. Di depan mata kita sudah ada cognitive warfare. Ini harus jadi perhatian semua pihak, termasuk partai politik dan lembaga pengawas Pemilu,” ujarnya di hadapan peserta.

Azis mencontohkan manipulasi opini publik melalui media sosial yang pernah mengguncang dunia, seperti kasus Cambridge Analytica yang menyeret Facebook dan memengaruhi jalannya Pemilu Amerika Serikat.

“Itu membuktikan betapa data bisa dipakai untuk mengubah persepsi pemilih. Kalau kita tidak siap, kita bisa bernasib sama,” katanya.

Ia menambahkan, komunikasi politik di Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada pola konvensional. Menurutnya, partai politik, pengawas, dan penyelenggara Pemilu harus melakukan lompatan dalam strategi komunikasi digital agar tidak tertinggal oleh pola kampanye modern.

Ketua Bawaslu Wonosobo, Sarwanto, menyambut baik pesan tersebut. Ia menekankan bahwa peningkatan kapasitas pengawasan partisipatif di tingkat kabupaten merupakan garda terdepan untuk mencegah pelanggaran Pemilu.

“Kolaborasi lintas lembaga, literasi digital, serta keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar pelaksanaan Pemilu berlangsung sehat,” tegasnya.

Acara ini juga dihadiri jajaran Komisioner Bawaslu Wonosobo serta tokoh Gerindra, yakni Suradi Romelan, Wahyono, dan Dwi Septiyani. Kehadiran lintas unsur tersebut menegaskan bahwa pengawasan Pemilu tidak bisa berjalan sendiri, melainkan harus melibatkan banyak pihak.

Pencarian Otomatis di Situs + Excel

🔍 Pencarian Otomatis di Situs + Ekspor Excel



JudulLink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian YouTube ke Excel

Cari Video di Channel YouTube & Download Excel

JudulLink