Blora, Harianpantura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora bergerak cepat menindaklanjuti Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 14 Tahun 2025 tentang kerja sama pengelolaan wilayah kerja untuk peningkatan produksi minyak dan gas bumi.
Pemkab mengajukan izin pengelolaan 4.134 sumur minyak tua kepada Gubernur Jawa Tengah. Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Blora, Puji Arianto, mengatakan pihaknya telah melakukan verifikasi awal titik-titik sumur yang akan diajukan.
“Total terdapat 4.134 titik sumur di 37 desa yang tersebar di 14 kecamatan yang masuk rekomendasi pengajuan untuk dapat dikelola,” ujarnya, dikitip dari Suara Merdeka pada Jumat (15/8/2025).
Puji menjelaskan, setelah diajukan, tim gabungan dari Kementerian ESDM, SKK Migas, Pertamina, Kementerian Lingkungan Hidup, Pemerintah Provinsi, Pemkab, dan aparat penegak hukum akan melakukan verifikasi lapangan.
“Hasilnya akan dituangkan dalam berita acara sebagai dasar pemberian izin pengelolaan,” jelasnya.
Rapat koordinasi terkait rencana tersebut dipimpin langsung Bupati Arief Rohman di kantor Pemkab Blora. Menurut rencana, pengelolaan akan dilakukan oleh tiga unsur, yakni PT Blora Patra Energi (BUMD), Koperasi Blora Migas Energi, dan CV Mataram Connection (UMKM).
Bupati Arief menilai langkah ini dapat membuka lapangan kerja bagi warga. “Kalau dari 4.000-an sumur yang kita ajukan, separuhnya disetujui, dan setiap sumur dikerjakan 10 orang, berarti akan ada ribuan tenaga kerja yang terserap. Ini tentu menjadi peluang besar bagi warga kita,” tegasnya.
Terkait isu lingkungan, Arief memastikan aspek kelestarian akan menjadi perhatian serius. Tim gabungan juga akan melibatkan unsur lingkungan hidup untuk menilai dampak pengelolaan sumur.
Bupati yang akrab disapa Mas Arief itu mengajak semua pihak untuk menjaga keamanan selama proses berlangsung.
“Kami minta jajaran TNI/Polri, Danramil, Kapolsek, dan Kepala Desa mengawal proses ini. Semua pihak harus saling berkoordinasi, nanti kepala desa dengan pengelola dalam rangka menjaga situasi tetap kondusif dan aman,” katanya.
Ia berharap sinergi semua pihak dapat memastikan pengelolaan sumur tidak hanya meningkatkan produksi migas, tetapi juga mendorong ekonomi lokal secara berkelanjutan, berpihak pada masyarakat, dan menjaga harmoni sosial di daerah. (Red)






















































