Semarang, Harianpantura.com – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Mohammad Saleh, memberikan dukungan penuh terhadap Gerakan Selamatkan Pesisir Pantura yang diinisiasi oleh Gubernur Ahmad Luthfi. Ia menegaskan bahwa penyelamatan pesisir Pantura harus menjadi prioritas utama karena kondisi wilayah ini yang sangat rentan terhadap abrasi dan banjir rob.
“Pesisir Pantura bukan hanya garis pantai biasa, melainkan benteng alami yang melindungi kehidupan masyarakat dan ekosistem di Jawa Tengah. Kondisi pesisir yang semakin terancam memerlukan langkah cepat dan terintegrasi dari semua pihak,” ujar Mohammad Saleh, baru-baru ini.
Menurut Saleh, penanganan masalah pesisir tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi antara pemerintah provinsi, DPRD, serta masyarakat agar upaya penyelamatan berjalan efektif dan berkelanjutan. Ia juga mengingatkan pentingnya penguatan infrastruktur seperti pembangunan tanggul dan revitalisasi kawasan pesisir untuk menahan dampak abrasi dan banjir rob.
“Selain menjaga lingkungan, kita juga harus melindungi mata pencaharian warga pesisir yang sangat bergantung pada sumber daya alam di sana. Penyelamatan pesisir adalah investasi jangka panjang untuk keberlangsungan hidup mereka,” tambahnya.
Dukungan Mohammad Saleh juga diwujudkan dengan penyaluran bantuan kepada warga terdampak banjir rob di sejumlah daerah Pantura seperti Demak, Semarang, dan Pekalongan. Hal ini menunjukkan komitmen nyata DPRD Jawa Tengah dalam memperhatikan kondisi masyarakat pesisir.
Gerakan Selamatkan Pesisir Pantura yang digagas Pemprov Jateng ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian lingkungan pesisir sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekonomi masyarakat.
“Kita harus bergerak bersama, menjaga pesisir Pantura agar tetap lestari dan mampu menjadi sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tutup Mohammad Saleh. (Adv)


















































