Tangerang, Harianpantura.com – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN bersama PT Bank Negara Indonesia (BNI) meluncurkan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kota Tangerang, Banten. Salah satu langkah nyata dalam program ini adalah renovasi atau bedah rumah keluarga berisiko stunting.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, secara langsung turun tangan dengan melakukan penurunan asbes di rumah keluarga berisiko stunting di Desa Panunggangan, Kecamatan Pinang. Dalam kunjungan dinas tersebut, Menteri Wihaji menegaskan pentingnya gerakan gotong royong sebagai gerakan moral dan sosial dalam rangka percepatan penurunan stunting dan melindungi masa depan bangsa.
“Gerakan ini tidak hanya terkait bantuan makanan, tetapi juga mencakup intervensi gizi, edukasi parenting, pendampingan psikososial, hingga perbaikan lingkungan tempat tinggal yang layak,” ujar Menteri Wihaji.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah 10 PT BNI Tbk, Anak Agung Agustiya Novitayanti, menyatakan komitmen BNI dalam mendukung program tersebut. “BNI berkomitmen untuk memberikan bantuan nutrisi dan bahan makanan bergizi kepada 200 anak stunting serta program non gizi berupa perbaikan rumah tidak layak huni serta perbaikan jamban,” jelasnya saat ikut hadir di lokasi bedah rumah.
Wali Kota Tangerang, Sachruddin, menambahkan bahwa Pemerintah Kota Tangerang telah menjalankan berbagai intervensi dan sinergi lintas sektor. Di antaranya adalah program Satu Telur Satu Minggu (Sate Sami) dari seluruh pegawai pemerintah untuk balita berisiko stunting, pemberian makanan tambahan untuk ribuan balita dan ibu hamil, serta penguatan lebih dari 1.000 posyandu di 13 kecamatan.
“Selain pendekatan gizi dan kesehatan, Pemerintah Kota Tangerang juga telah menempuh langkah holistik dengan memperbaiki rumah tidak layak huni. Hingga pertengahan tahun 2025, sebanyak 8.656 unit rumah telah diperbaiki, dan ditargetkan 1.000 unit lagi akan rampung di tahun ini,” ujar Sachruddin.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional telah turun menjadi 19,8%. Kota Tangerang bahkan mencatat capaian yang membanggakan yakni 11,2%, lebih rendah dari rata-rata Provinsi Banten yang sebesar 21,1%. “Angka ini telah melampaui target nasional 2029 yakni 14%. Hal ini menjadi bukti bahwa kepemimpinan lokal dan kolaborasi lintas sektor berhasil membawa wujud penurunan stunting secara nyata,” kata Sachruddin.
Hingga saat ini, dari 72.182.781 keluarga di Indonesia, terdapat sekitar 8,6 juta Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Demi menurunkan angka stunting tersebut, pemerintah melalui Kemendukbangga/BKKBN terus melakukan intervensi dengan meminimalisir penyebab KRS.
Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian tersebut, Kota Tangerang dipercaya menjadi tuan rumah puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-32 tahun ini. Pemerintah Kota Tangerang menyambut penunjukan ini dengan komitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada keluarga. (Red)






















































