BeritaKesehatanNasionalSosial

229 Ribu Anak Stunting Diangkat Jadi Anak Asuh BKKBN Lewat Program Genting

Avatar photo
×

229 Ribu Anak Stunting Diangkat Jadi Anak Asuh BKKBN Lewat Program Genting

Sebarkan artikel ini
Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN didampingi sang istri dan wali Kota Magelang saat berkunjung ke salah satu rumah di Perum Depkes, Kramat Utara Rabu (23/7/2025). (Istimewa)

Magelang, Harianpantura.com – Sebanyak 229.000 anak Indonesia yang mengalami stunting kini menjadi anak asuh dalam program “Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting” (Genting) yang digagas oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program ini melibatkan 10 ribu orang tua asuh dari berbagai daerah di Indonesia.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menjelaskan bahwa Program Genting diharapkan mampu menurunkan angka stunting dalam waktu relatif cepat.

“Melalui program tersebut diharapkan bisa menurunkan angka stunting di Indonesia. Paling cepat enam bulan ke depan bisa dilihat penurunan tersebut,” kata Wihaji usai membuka Pekan Olahraga dan Seni Ikatan Penyuluh KB di Magelang, Rabu (23/7/2025).

Ia menegaskan pentingnya intervensi sejak dini, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak. Setelah melewati usia dua tahun, kata dia, kondisi stunting akan sulit untuk dipulihkan.

Wihaji juga mengungkapkan bahwa penyebab utama stunting di Indonesia bervariasi tergantung wilayah, namun secara umum ada tiga faktor utama: keterbatasan akses air bersih, buruknya sanitasi, dan tingginya angka pernikahan dini.

“Penuntasan angka stunting harus melibatkan banyak pemangku kepentingan. Hal ini sesuai dengan rencana pembangunan nasional jangka menengah, yang menargetkan angka stunting nasional 18 persen,” ujarnya.

Saat ini, angka stunting nasional memang menunjukkan tren menurun. Berdasarkan data terbaru, prevalensi stunting turun dari 21,5 persen pada 2023 menjadi 19,8 persen di tahun 2024. Di Jawa Tengah pun terjadi penurunan yang sejalan dengan target nasional tahun ini di angka 18 persen.

Sementara itu, manfaat program Genting mulai dirasakan oleh para penerimanya. Salah satunya adalah Dwi Yuliana, warga Perum Depkes, Kelurahan Kramat Utara, Kota Magelang.

“Selama dua bulan terakhir juga mendapat bantuan makanan tambahan untuk anak saya. Dalam satu bulan berat badan anak saya bertambah sekitar 1 kg, sebelumnya 7,9 kilogram, kini 9,25 kg,” tuturnya senang.

Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, BKKBN berharap program Genting mampu menjadi langkah nyata dalam memutus rantai stunting di Indonesia. (Red)

 

 

Pencarian Otomatis di Situs + Excel

🔍 Pencarian Otomatis di Situs + Ekspor Excel



JudulLink

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pencarian YouTube ke Excel

Cari Video di Channel YouTube & Download Excel

JudulLink